ULANG TAHUN EMAS KOTA SOLOK KE-50, Pariwisata Kota Solok Semakin Diminati

SOLOK, KP – Potensi pariwisata di Kota Solok selalu menjadi prioritas dan perhatian penuh Pemko Solok. Karena letak yang strategis, potensi wisata Kota Solok diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Di usia yang ke-50 tahun pada 16 Desember nanti, kondisi wisata di Kota Solok terus mengalami peningkatanmeskipun di tahun 2020 inisektor wisata Kota Solok mengalami guncangan terdampak pandemi Covid-19. Namun, Pemko Solok dengan segala kebijakan berusaha mengembalikan gairah pariwisata dan menjaga stabilitas ekonomi para pelaku wisata di Kota Solok.
Pemko Solok tidak henti-hentinya mengedukasi masyarakatterkait adaptasi baru dalam sektor wisata yang sesuai dengan protokol kesehatan. Pemko juga memperkuat gairah para pelaku wisata dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang diharapkan dapat menjadi solusi membangkitkan sektor ekonomi di bidang wisata.
Pemko juga memberikan pelatihan-pelatihan pemandu wisatakepada masyarakat Kota Solok. Pemandu wisata dinilai dapat membuka kembali peluang-peluang dan potensi wisata yang terdampak pandemi. Pemandu wisata diharapkan dapat menjadi ujung tombakdalam industri wisatadengan keterampilan dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
“Peningkatan SDM di sektor wisata seperti kemampuan berbahasa internasional, pemanfaatan teknologi dan media sosial, diharapkan menjadi modal besar bagi masyarakat untuk menggaet kunjungan secara nasional maupun mancanegara,” kata Pjs Walikota Solok Asben Hendri, kemarin.
Potensi wisata di Kota Soloksangat banyak, baik di bidang agrikultur, pertanian, pariwisata, dan perdagangan. Oleh sebab itu untuk menjaga stabilitas ekonomi Pemko Solok terus mendorong masyarakat untuk berinovasi dalam berbisnis yang disesuaikan dengan social distancing, sehingga meskipun dalam kondisi pandemi, ekonomi terus berputar.
Pemulihan ekonomidimulai dengan pemanasan ekonomiagar pergerakan ekonomi dapat berjalan normal dalam mendorong pergerakan roda perekonomian masyarakat. Spot-spot wisata seperti Pulau Belibis, Sawah Solok, Agrowisata Payo, wisata alam dan kuliner dan sebagainya tetap berjalan normal, dengan adaptasi penerapan protokol kesehatan.
Skenario pemulihan ekonomi, dibidang ekonomi, pertanian, wisata dan perdagangan, salah satunya adalah pengembangan Krisan Payo. Seluruh elemen masyarakat diminta bahu-membahu mendorong inovasi di bidang pertaniandengan mensiasati pemasaran bunga krisan seraya tetap mematuhi aturan social distancing.
Terkait pemulihan perekonomian, Pemko Solok berusaha keras agar bisa kembali menekan laju perkembangan penyebaran wabah inidan melakukan tracking agar cepat memutusrantai penyebaran. Diharapkan masyarakat selalu disiplin dan melaksanakan himbauan pemerintah.
Dalam pemulihan ekonomi, pemko juga gencar mencari inovasi-inovasi baru, baik di sektor pendidikan, sektor bisnis dan sektor kesehatan. Apalagi saat ini tuntutan zaman sudah bergerak kearah digital. Sehingga pengembangan ekonomi berbasis digital akan coba diterapkan kepada masyarakat untuk menjaga stabilitas ekonomi di masa pandemi ini. Hal ini juga akan membantu masyarakat agar mudah menangkap peluang bisnis dalam masa adaptasi kebiasaan baru serta menciptakan inovasi sistem yang bekerjasama dan memudahkan baik dalam permodalan dan usaha.
Seperti adanya turunan-turunan minyak atsiriyang dapat mengurai lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian para petani. Upaya membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian dan mengurangi angka kemiskinan. Minyak atsiri saat ini sedang menjadi primadona baru, diminati oleh masyarakat dan petani. Produk turunan minyak atsiri bisa dijadikan disinfektan, serta hand sanitizer, parfum dan kosmetik.

BATUPATAH PAYO JADI PRIMADONA BARU

Salah satu primadona baru di Kota Solok adalah kawasan Batupatah Payo di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, masyarakat setempat yang mayoritas sebagai petani, mulai mendapat perhatian ekstra, berbagai potensi daerah dikembangkan, hingga kini dikenal menjadi salah satu agrowisata andalan Kota Solok, dikenal dengan nama Agrowisata Batupatah Payo.
Pengunjung akan disuguhi pemandangan sawah khas Solok, setelah itu hamparan rimbunnya hutan dan kebun menjadi penyejuk mata saat kendaraan harus menikung dan mendaki terjalnya jalan menuju agrowisata tersebut.
Bagi yang suka menikmati suasana sambil menyeruput kopi, disana juga ada beberapa kedai untuk sekedar makan mie atau minum kopi, dan tak tanggung-tanggung, kopi yang disuguhkan pun kopi payo asli, yang ditanam, dipetik dan diolah oleh petani setempat.
Salah satu yang menjadi daya tarik utama ialah bunga krisan. Bagi pecinta bunga, agrowisata Batupatah Payo sangat tepat dan recomended sekali untuk dikunjungi, sebab disana ada penangkaran khusus bunga krisan, bunga yang indah dengan berbagai macam pilihan warna.
Berbagai varietas krisan bunga potong ada di agrowisata terabut, diantaranya varietas Yulita, Sintanur, Dewi Ratih, Arosuka Pelangi, Trissa, Socakawani, Velma, Vania, Cintamani, Marimar, Irana, Cayapati dan Sabiya. Sedangkan untuk krisan pot teridiri dari varietas Avanthe Agrihorti, Armita Agrihorti, Naura serta Zwena.
Dan yang tak kalah penting, di kawasan agrowisata Batupatah Payo, banyak spot-spot bagus untuk berfoto, hiasan tanaman bunga menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan tersebut. Terlebih pemandangan yang ditawarkan juga memikat mata.
Kawasan Batu Patah Payo dari awal memang memplot dan sangat menonjolkan budidaya bunga krisan, sebagai objek utama agrowisata tersebut. Saat ini di areal 1,5 hektar tersebut, baru ada dua green house untuk budidaya, dengan jumlah itu, mengingat tingginya minat, juga masih sangat kurang untuk memenuhi permintaan pengunjung.
Selain bunga Krisan, ikon kedua objek wisata Batu Patah Payo yakni kopi payo. Kopi payo merupakan kopi jenis robusta yang memang masih peninggalan saat tanam paksa oleh Belanda dulu kalanya. Kopi Payo yang dijual dan diolah sendiri oleh masyarakat sekitar, mulai dari penanaman, pengolahan dan pengepakan.
Kabar baiknya, untuk menikmati sensasi mewah dari destinasi itu, wisatawan masih dibebaskan dari retribusi. Semuanya gratis, mulai dari parkir dan biaya masuk. Namun demikian, bagi pengunjung yang tidak keberatan juga bisa memberikan uang parkir seikhlasnya pada petugas.(van/adv)

Next Post

KPCPEN dan Diskominfo Pasbar Gelar Webinar Pemulihan Ekonomi Bagi UMKM

Jum Nov 27 , 2020
SIMPANGEMPAT, KP – Guna membangun pemahaman, kepercayaan dan partisipasi publik untuk bersama-sama mewujudkan Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bekerjasama dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menggelar seminar online (Webinar) tentang manfaat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Jumat […]