WAKILI PASAMAN, Nagari Lansek Kadok Ikuti Lomba Kompetensi dan Transparansi Dana Desa Tingkat Sumbar 2020

LUBUKSIKAPING, KP – Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan, mewakili Kabupaten Pasaman dalam Penilaian Kompetensi dan Transparansi Dana Desa Tingkat Sumbar Tahun 2020. Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan penilaian itu dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Sumbar dengan melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Konsultan Pendamping Desa/Nagari, serta pamong senior dan akademisi.

Tim penilai terdiri dari Sekretaris DPMD Sumbar Azwar dan pamong senior Rusdi Lubis. Tim juga bermaterikan empat wartawan senior Sumbar, yakni Basril Basyar, Jayusdi Efendi, Guspen Khairul dan Sawir Pribadi. Selain itu, juga bergabung dalam tim penilai, Koordinator Pendamping Dana Desa Sumbar, Khairul Tan Rajo dan Eko Herlambang. Sebelum mengunjungi Nagari Lansek Kadok, Tim juga melakukan penilaian terhadap Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis di kediaman bupati setempat, di ruang balerong pusako anak nagari.

Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis mengatakan, sesuai peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI nomor 11 tahun 2019 tentang penetapan prioritas penggunaan dana desa tahun 2020. Pemerintah Kabupaten harus melaksanakan fungsi pembinaan, monitoring, pengawasan dan evaluasi terhadap kegunaan dana desa sejak proses perencanaan, pelaksanaan, pertanggung jawaban dan pemanfaatannya. 

“Dalam pemanfaatan dana desa ini, kita telah mengeluarkan aturan dengan pedoman Perda nomor 5 tahun 2016 tentang pedoman perencanaan pembangunan di nagari. Perda nomor 23 tahun 2015 tentang tata cara pengadaan barang dan jasa di nagari. Perbup nomor 5 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan nagari, Perbup nomor 14 tahun 2019 tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan APB Nagari. Perbup nomor 76 tahun 2020 tentang tatacara pembagian, penetapan rincian dana desa setiap nagari dan prioritas pengunaan dana desa di Pasaman tahun anggaran 2020. Pembentukan Tim pembina, pengawas dan evaluasi kegiatan dana desa ini ditetapkan dengan keputusan bupati,” terang Yusuf Lubis, Kamis (19/11).

Semua pedoman itu kata Yusuf Lubis, dibuat agar walinagari dapat melaksanakan kegiatan pembangunan di nagari secara efektif, efisien, tepat sasaran dan pembangunan nagari dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari sesuai visi Pemerintah Kabupaten Pasaman. Yusuf Lubis menerangkan, pada akhir triwulan pertama tahun 2020, seluruh anggaran pembangunan dan pemberdayaan masyarakat nagari yang bersumber dari dana desa sesuai Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tranmigrasi nomor 6 tahun 2020. Dan ditindaklanjuti dengan Perbup nomor 30 tahun 2020 tentang tatacara pembagian, penetapan rincian dana desa setiap nagari dan prioritas pengunaan dana desa di Kabupaten Pasaman tahun anggaran 2020 dilakukan refocusing kegiatan dalam rangka penanganan dan penanggulangan Covid-19.

“Kabupaten Pasaman telah melaksanakan kegiatan seperti penyemprotan disinfektan di lingkungan pemukiman warga, penyediaan hand sanitizer dan alat cuci tangan. Penyediaan masker sebanyak 299.287 lembar oleh seluruh nagari dan 65.211 lembar melalui swadaya masyarakat dalam rangka mendukung gerakan setengah miliar masker, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa kepada 8.737 Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” bebernya. 

Sementara Ketua Tim Penillai, Azwar selaku Kabid PDN Dinas PMD Sumbar mengatakan, ekspose Bupati l telah menjadi pertimbangan tim penilai untuk memberikan gambaran pada penilaian kompetensi transparansi pelaksanaan dana desa dan pembina terbaik tahun 2020 yang akan bersaing di tingkat Sumbar. 

Dijelaskannya, untuk penilaian dilakukan kepada pembina pelaksanaan dana desa, yaitu kepala daerah. Sedangkan pelaksanaan transparansi dana desa kepada Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan. “Kami menilai kebijakan Kepala Daerah yang telah dijelaskan Bupati dalam eksposnya, menyangkut pada pengelolaan serta mengendalikan dana desa untuk mencapai desa sejahtera dan mandiri. Pelaksanaan pun nantinya kami nilai dengan turun langsung ke Nagari yang telah ditunjuk,” katanya. 

Azwar mengatakan, lomba transparansi Dana Desa merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Program itu bertujuan untuk mendorong transparansi dalam pengelolaan Dana Desa di nagari/desa. “Dalam penilaian ini, ada empat indikator yang akan kami nilai, yakni mengenai perencanaan nagari/desa, pelaksanaan dana desa, laporan dan inovasi desa,” tandasnya. 

Usai melakukan penilaian terhadap Bupati Pasaman, selanjutnya tim dan rombongan langsung bergerak menuju Nagari Lansek Kadok di Kecamatan Rao Selatan. Kedatangan Tim Penilai ke Nagari Lansek Kadok disambut antusias warga dan pemerintah nagari setempat. 

Wali Nagari Lansek Kadok, Antoni dalam presentasi yang disampaikan kepada tim penilai menyebutkan, Nagari Lansek Kadok adalah nama kampung tua yang terletak di Kabupaten Pasaman, konon menurut sejarahnya sudah ada pada XIV M. “Kata Lansek Kadok memiliki arti Lansek bermakna Lansat dan Kadok artinya sering. Dengan artian Lansat yang sering berbuah (bermusim). Sehingga yang hari ini berdiri menjadi sebuah Nagari yaitu Nagari Lansek Kadok. Nagari Lansek kadok memiliki luas 3.672 Ha dengan lima kejorongan,” tuturnya.

Untuk alokasi dana desan di TA 2020 kata dia, yakni sebanyak Rp 1.049.101.000. “Dengan rincian Bidang Pembangunan Rp336.405.250, Bidang Pemberdayaan Rp35.156.750, dan Bidang penanggulangan bencana Rp 677.539.000. Pelaksanaan kegiatan dana Desa dilakukan secara swakelola dan bergotong royong sehingga masyarakat diharapkan proaktif dalam pelaksanaan kegiatan yang didanai dana desa. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dana desa tersebut,” katanya.

Lanjutnya, agar ketransparanan dalam penggunaan dana desa, maka Pemnag Lansek Kadok menyampaikan kepada masyarakat lewat spanduk dan baliho yang dipasang di tempat strategis. Karena masyarakat merupakan pengawas dana desa di lapangan. “Semoga dengan mengikuti lomba ini bisa mendapat nilai terbaik dalam Penilaian Kompetensi dan Transparansi Dana Desa Tingkat Sumbar Tahun 2020 ini,” tutupnya. (nst)

Next Post

GOW Pasaman Serahkan Bantuan APD Untuk Bidan Desa di Panti dan Duo Koto

Jum Nov 20 , 2020
LUBUKSIKAPING, KP – Dalam rangka membantu semangat juang perempuan, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pasaman, Miradelima menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) kepada para tenaga medis terutama bidan desa di Kecamatan Panti dan Duo Koto. Penyerahan bantuan itu merupakan yang pamungkas, karena sebelumnya telah diserahkan ke sepuluh Kecamatan dari 12 […]