Warga Palupuh Diminta Waspadai Fenomena Tanah Bergerak

LUBUKBASUNG, KP – Pj Wali Nagari Koto Rantang Mai Refni, mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap fenomena alam tanah bergerak yang terjadi di kawasan Mudiak Sanok, Jorong Sitingkai, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh. Di mana analisis sementara gejala alam tanah bergerak di Bukit Gurun Solok dan Gurun Tambaliak terjadi karena berada di jalur zona sesar atau patahan.

“Berdasarkan hasil pengamatan awal bersama pihak BMKG Unit Observasi Global Atmospherik Watch (GAW) Koto Tabang dan Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Agam tanah bergerak berada di jalur patahan,” ujarnya, Senin (9/11).

Lebih lanjut dipaparkannya, fenomena tanah bergerak tersebut sudah terjadi sejak 2017 silam. Saat ini, kondisi dan garis retakan makin panjang dan melebar. Berdasarkan pengamatan, panjang retakan tanah sudah mencapai 1 kilometer. Pergeseran tanah melingkari pinggang bukit yang melalui persawahan dan perkebunan masyarakat. “Dalam kurun waktu terakhir pergeseran tanah makin terlihat, ditambah curah hujan cukup tinggi,” sebutnya.

Mengingat patahan yang terus melebar dan menganga, pihaknya mengingatkan warga yang berada di pemukiman dekat patahan untuk selalu waspada. Kondisi tanah perbukitan yang menganga dan kondisi cuaca tidak stabil, pihaknya khawatir terjadi bencana longsor. “Kami mengimbau masyarakat yang berada di dekat patahan untuk tetap waspada dengan potensi terjadinya bencana,” imbaunya. (rzk)

Next Post

Hingga Oktober 2020, Sudah 183 Rumah Tahfizh Berdiri di Tanahdatar

Sen Nov 9 , 2020
BATUSANGKAR, KP – Perkembangan dan pertumbuhan pondok/rumah tahfizh (RT) di […]