40 Paket Pekerjaan Jalan PID di Pagai Selatan Tuntas Dikerjakan

  • Camat Tetap Dilaporkan Masyarakat karena AdaPaket yang Tidak Selesai Sesuai Masa Tahun Anggaran

PROYEK pekerjaan jalan Pembangunan Infrastruktur Desa (PID) tahun 2018 sebanyak 40 paket yang menggunakan dana APBD Kabupaten Kepulauan Mentawai di Kecamatan Pagai Selatan saat ini telah dinikmati hasilnya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Berdasarkan penelusuran KORAN PADANG, Kamis lalu (10/12), 40 paket pekerjaan jalan PID itu terdapat di empat desa, masing-masing desa sebanyak 10 paket. Keempat desa itu adalah Desa Makalo, Desa Malakopa, Desa Bulasat, dan Desa Sinakak.
Kepada KORAN PADANG, masyarakat Desa Makalo mengaku senang dan puas atas pekerjaan jalan yang dilaksanakan melalui swakelola padat karya itu dengan memberdayakan masyarakat setempat.
Di Desa Malakopa,masyarakat setempat Rasman yang juga pekerja pembangunan jalan PID tersebut mengatakan pembangunan jalan sebanyak sepuluh paket di desa itu semuanya selesai dibangun walaupun agak terlambat.
Ia juga menuturkan upah atau gaji juga dibayar tuntas oleh pihak kecamatan. Ia membantah bahwa ada gaji yang tidak dibayarkan sebagaimana laporan masyarakat pada pihak kejaksaan.
“Masyarakat sangat puas atas pekerjaan jalan ini dan masyarakat juga telah merasakan manfaat dengan adanya pembangunan jalan ini,” tutur Rasman.
Di Desa Bulasat,sepuluh paket pekerjaan jalan PID juga rampung dikerjakan. Dalam penelusuran di desa ini, KORAN PADANG bertemu lanfgsung dengan Ketua Pokmas setempat, Eliadi. Ia memastikan sepuluh paket pekerjaan jalan di Desa Bulasat tuntas dikerjakan, bahkan ditambah swadaya masyarakat sepanjang 200 meter.
“Kami sudah menikmati pembangunan jalan ini. Upah pekerjaannya dibayarsesuai kontrak dan alat kerja pendukung juga dikasih oleh Pak Camat Rahmat,” tutur Eliadi.
Begitu juga pekerjaan jalan di Desa Sinakak sebanyak sepuluh paket juga tuntas dilaksanakan sesuai kontrak kerja diakhir tahun anggaran 2018. Hal ini disampaikan Ispamer Samaloisa dari Dusun Bagai Sitai,Desa Sinakak.
Terpisah, Kajari Mentawai Syamsuardisaat dijumpai KORAN PADANG di Kantor Perwakilan Padang di Jalan Samarinda, Kompleks Asratex, Kota Padang, mengakui pekerjaan jalan PID tahun 2018 sebanyak 40 paket di Pagai Selatan memang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat.
Namun yang jadi persoalan, terangnya, adalah empat paket pekerjaan yang tidak diselesaikan pada tahun 2018.
“Bahkan saat tim pemeriksa turun kelapangan setelah adanya pengaduan masyarakat Malakopa tahun 2019,petugas kejaksaan bertemu dengan masyarakat yang sedang mengerjakan jalan tersebut,” kata Syamsuardi.
Ia menjelaskan, proyek satu tahun anggaran harus tuntas dalam satu tahun anggaran. Sehingga, empat paket pekerjaan jalan yang dikerjakan di luar tahun anggaran proyek tersebut tidak lagi dihitung dan dianggap tidak dikerjakan.
“Sebab, proyek ini bukan multiyears,” ucapnya.
Hal itulah yang menjerat mantan Camat Pagai Selatan Rahmat Jaya beserta Pejabat PPTK Malindas Saleulubaja dan Keuangan Ekki Eben Ezer yang saat ini jadi terdakwa dan telah menjalani dua kali persidangan.
Terkait pengembalian dana untuk paket yang tidak selesai dikerjakan pada tahun anggaran tersebut, Syamsuardi mengatakan hal itu merupakan itikad baik yang bersangkutan. Namun, lanjutnya, tidak sesuai dengan hitungan kerugian berdasarkan audit inspektorat.
“Kasusini juga baru berproses. Kalau adadalil yang dapat diterima dalam persidangan secara hukum tentu saja dapat dipertimbangkan untuk meringankan para terdakwa,” pungkas Kajari Syamsuardi. *

Next Post

Kepengurusan BWI Tanahdatar Periode 2020-2023 Dikukuhkan

Rab Des 16 , 2020
BATUSANGKAR, KP – Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Sumatra Barat diwakili Wakil Ketua Ahmad Wira, mengukuhkan dan melantik kepengurusan BWI Kabupaten Tanahdatar periode 2020-2023 di aula Kantor Kemenag Tanahdatar, Selasa (15/12). Pada pengukuhan BWI tersebut, Ketua dijabat Efi Chandra, Wakil Ketua Asrul Majid, Sekretaris Alinardius dan Bendahara Syamsul Bahri. Kepengurusan […]