Bareskrim Polri ‘Gulung’ Komplotan Pemasok Ganja ke Sejumlah Lapas di Sumbar

PADANG, KP – Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap kelompok pemasok narkoba jenis ganja ke sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Sumatera Barat.Tak hanya itu, polisi juga berhasil menemukan ladang ganja dari penangkapan ini.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Siregar menerangkan, pihaknya menangkap lima orang tersangka dalam proses penyelidikan yang berlangsung sejak Rabu (2/12) hingga Sabtu (5/12).

“Dari pemeriksaan, jaringan ini diduga memasok ganja ke empat Lapas di Sumbar sebanyak 100 hingga 200 kilogram per dua pekan,” kata Krisno lewat keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa (8/12).

Pengungkapan ini, kata Krisno, berawal dari Ia menjelaskan kasus ini berawal dari informasi penyelundupan ganja dari kawasan Mandailing Natal menuju Sumatera Barat dan Jakarta. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap sebuah mobil di Jalan Trans-Sumatera, Bukittinggi, pada Selasa (2/12) pukul 03.45 WIB.

FA (38 tahun) dan RA (37 tahun) yang ada di atas mobil ditangkap. Kedua tersangka merupakan kurir yang kerap memasok ganja ke lapas di Sumbar. Saat digeledah, polisi menemukan 203 kilogram ganja yang dikemas dalam tujuh karung. RA diketahui merupakan narapidana kasus narkoba Lapas Bukittinggi yang kabur pada tahun 2018 silam.

Setelah dilakukan pemeriksaan sementara, lanjut Krisno, pihaknya mendapat keterangan jika terdapat kebun ganja yakni di perkebunan kelapa sawit di Pegunungan Torsipira Manuk, Panyabungan Timur, Mandailing Natal. Tim Narcotics Investigation Center (NIC) Bareskrim Polri lalu melakukan pemeriksaan di perkebunan tersebut.

Didapati pemilik lahan bernama Mukri (43 tahun) berperan sebagai pemilik ganja, pengendali, dan pengepul. Lalu Abdul Rahman (38 tahun) bagian keuangan, dan Cakanan Rangkuti (29 tahun) berperan sebagai tukang angkut.

“Kami juga temukan tiga karung berisi ganja sebanyak 81 kilogram. Di lokasi juga ditemukan 17.500 pohon ganja dengan berbagai ukuran mulai dari tiga meter hingga 30 sentimeter,” rinci Krisno. “Dalam kasus ini, sindikat dibongkar tuntas dari 3 TKP di Madina, Bukittinggi, dan Padang. Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian pengungkapan kasus peredaran gelap ganja jaringan Madina – Sumbar – Jakarta oleh Satgas NIC Ditipidnarkoba bekerjasama dengan Ditresnarkoba Polda Sumut, Satresnarkoba Polres Madina dan tim Bea & Cukai sejak 2 Desember 2020-5 Desember 2020,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 2 UU RI Nomor 35 tentang narkotika yang ancaman hukuman mati hingga denda Rp10 miliar.

MUSNAHKAN LADANG GANJA

Pasca penangkapan komplotan pemasok ganja tersebut, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri langsung memusnahkan lima hektare ladang ganja di ketinggian 1020 MDPL Pegunungan Torsipira Manuk, Desa Pardomuan Hutatua, Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut).

“Pemusnahan 5 hektare ladang ganja milik tersangka Mukri dengan cara dicabut kemudian dibakar,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Selasa (8/12). (mdc)

Next Post

Saatnya Rakyat Memilih

Sel Des 8 , 2020
PADANG, KP – Rabu hari ini (9/12) pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) digelar secara serentak. Ada yang berbeda dalam pelaksanaan kali ini, di mana pelaksanaan pesta demokrasi lima tahun ini mengikuti protokol kesehatan COVID-19. Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik mengatakan, untuk mencegah terjadi kerumunan massa di TPS, […]