BNPB Catat 2.676 Bencana Alam Terjadi Sepanjang 2020

JAKARTA, KP – Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan menyebutkan sebanyak 2.676 bencana alam terjadi di Indonesia pada periode Januari hingga Desember 2020.

“Ini masih ditambah dengan kejadian covid-19 dan tentu saja bukan suatu perkara yang mudah,” kata Lilik saat diskusi daring dengan tema ‘Literasi Kebencanaan di Indonesia: Apa Perlu?’ dikutip dari Antara, Minggu (13/12).

Lilik mengatakan, bencana alam di Indonesia pada umumnya merupakan peristiwa yang berulang. Sebagai contoh, bila saat ini terjadi bencana alam maka 10 tahun lagi kejadian yang sama bisa terulang.

Contoh lain yang kerap terjadi ialah bencana hidrometeorologi tiap tahun. Bila suatu daerah terkena banjir maka tahun depan akan terulang lagi jika tidak ada intervensi dari pemerintah setempat atau penanganan bencana tersebut.

“Tentu saja intervensinya untuk jangka panjang yang kita sebut pencegahan dan mitigasi,” kata Lilik.

Apalagi, lanjut dia, saat ini terdapat empat gunung api yang sedang erupsi. Menurutnya, kondisi ini mewajibkan semua pihak terutama masyarakat untuk siap siaga bila terjadi bencana yang tidak diinginkan.

Lilik berharap, apabila masyarakat siaga maka tidak ada korban jiwa akibat letusan gunung api maupun bencana lain di Indonesia.

Diketahui setidaknya ada empat gunung berapi yang erupsi memasuki penghujung tahun 2020 yakni Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Sinabung, dan GUnung Ili Lewotolok.Hingga 2 Desember 2020, Gunung Semeru berstatus waspada sementara tiga gunung lainnya berstatus siaga.

WASPADAI BENCANA HIDROMETEOROLGI

Secara khusus BNPBmengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya jelang puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021.

BNPB mencatat dari 2.779 kejadian bencana sepanjang 2020, bencana hidrometeorologi mendominasi dibandingkan jenis bencana lain.

“Tercatat bencana banjir mencapai 1.015 kejadian, disusul angin puting beliung 842, tanah longsor 535, dan kekeringan 29. Bencana masih berpotensi terjadi mengingat saat ini masih berlangsung musim hujan yang dipengaruhi fenomena La Nina,” ujarnya.

Dampak La Nina dapat memicu curah hujan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal sehingga potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor ke depan perlu diwaspadai.

“Terkait dengan peristiwa bencana hidrometeorologi, BNPB mengharapkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, baik pemerintah dan masyarakat, dalam mencegah dan mengantisipasi dampak bencana yang mungkin terjadi,” ujar Raditya.

Ditambahkannya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021.

“Sekali lagi, kondisi ini membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan setiap individu, setiap anggota keluarga dan komunitas,” tegasnya.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk melakukan upaya kesiapsiagaan, khususnya di lingkup keluarga. Setiap keluarga dapat memonitor dan menganalisis secara sederhana potensi bahaya yang ada di sekitar.

“Melalui aplikasi berbasis teknologi informasi, InaRISK personal, kita dapat melihat ancaman bahaya di sekitar kita. Kemudian, diskusikan di antara anggota keluarga langkah-langkah mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi, seperti mematikan aliran listrik, menyimpan dokumen penting di tempat aman atau menyiapkan tas siaga bencana,” ujarnya.

Apabila di tengah genangan air, imbuhnya, pastikan langkah evakuasi secara tepat dan aman. Kenali lingkungan dengan baik, misal hindari saluran air di sekitar rumah atau saat evakuasi.

“Masyarakat dituntut untuk lebih waspada apabila melakukan langkah evakuasi atau mengungsi untuk sementara waktu. Protokol kesehatan harus diterapkan dengan baik sehingga tidak ada bahaya lain yang justru bisa berdampak lebih buruk,” ujarnya mengingatkan.

Lebih lanjut Raditya menyampaikan, menyikapi potensi bencana ini BNPB telah menyampaikan arahan kesiapsiagaan kepada seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh provinsi.

“Tentu hal ini diteruskan hingga BPBD di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Tanah Air. Upaya dini pencegahan dan mitigasi harus dilakukan untuk mengurangi atau pun menghindari dampak bencana,” ujarnya.

Pada September 2020 lalu, ungkapnya, BNPBmelalui Deputi Bidang Pencegahan Lilik Kurniawan telah memberikan arahan kepada pemerintah daerah untuk melakukan koordinasi secara berkala dengan dinas terkait dan aparatur kabupaten dan kota di daerah setempat.

Lilik berharap pemerintah daerah untuk melakukan monitoring terhadap informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana melalui beberapa situs dari BMKG, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), serta BNPB.

“Melakukan penyebarluasan informasi peringatan dini bahaya banjir, banjir bandang dan tanah longsor kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah yang berisiko tinggi,” ujar Raditya mengutip arahan Lilik yang disampaikan melalui surat kepada 27 kepala pelaksana badan penanggulangan bencana di tingkat provinsi tersebut.

Langkah selanjutnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan adalah dengan melakukan sosialisasi dan edukasi terkait potensi pencegahan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor dengan media elektronik dan media sosial, khususnya di tengah pandemi COVID-19.

Masih dalam situasi pandemi, BPBD dapat menyiapkan dan menyosialisasikan tempat evakuasi yang berbeda antara masyarakat yang sehat dengan terkonfirmasi positif COVID-19.

“Melaksanakan kegiatan pencegahan dan kesiapsiagaan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan peraturan lain yang telah dikeluarkan pemerintah dalam percepatan penanganan COVID-19 seperti jaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun,” kata Lilik seperti dikutip Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

BPBD juga diminta mengaktivasi rencana kontinjensi menjadi rencana operasi dan dimutakhirkan dengan situasi terkini serta pengaktifan pos komando (posko) penanganan darurat bencana. (ant/lgm)

Next Post

Harbolnas Gairahkan Perekonomian Nasional

Ming Des 13 , 2020
JAKARTA, KP –  Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) kembali diperingati di tanggal cantik. Kali ini adalah Desember 2020 atau 12.12. Momentum kali ini merupakan perayaan Harbolnas di akhir tahun. Harbolnas tahun ini menawarkan diskon yang sangat fantastis. Gratis ongkir hingga voucher toko 50% ditawarkan untuk menambah kemeriahan hari belanja tersebut. […]