Disparpora Bukittinggi Sosialisasikan Pedoman Penerapan CSHE

BUKITTINGGI, KP – Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), mensosialisasikan pedoman penerapan CHSE. Kegiatan tersebut dibuka Walikota Bukittinggi diwakili Asisten I, Nofrianto CH didampingi Kadisparpora Supadria, di Grand Rocky Hotel, Senin (14/12).

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bukittinggi, Supadria didampingi Sekretaris Nenta Oktavia menjelaskan, sosialisasi itu dilaksanakan sebagai salah satu bagian dari kegiatan peningkatan dan fasilitasi layanan jasa usaha kepariwisataan. Di mana sosialisasi diarahkan pada pedoman penerapan CHSE (clean, health, safety and environtment sustainability).

“Kegiatan ini terselenggara berkat bantuan hibah pariwisata 2020 dari Kemenparekraf. Hibah ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pelaku pariwisata, khususnya hotel, restauran dan rumah makan yang ikut terdampak pandemi covid-19. Untuk Indonesia, hanya 101 kabupaten kota yang mendapat bantuan ini,” jelasnya.

Dari 101 kabupaten kota se-Indonesia itu kata dia, hanya 2 daerah di Sumatra Barat, yaitu Kota Padang dan Bukittinggi. Khusus Bukittinggi, diberikan bantuan untuk 41 hotel dan 5 restauran serta rumah makan. Hibah diberikan sebesar Rp 6,6 miliar lebih. Dialokasikan untuk bantuan hotel, restauran dan rumah makan sebesar Rp 4,4 miliar lebih. “70 persen dari dana itu kita bagikan, sementara 30 persennya dimanfaatkan Pemda untuk program CHSE. Inilah yang kita laksanakan sekarang,” terangnya.

Sementara itu Asisten I Setdako Bukittinggi, Nofrianto CH menyampaikan, dampak Covid-19 dirasakan semua pihak. Kemenparekraf menganggarkan bantuan itu sebagai bukti pemerintah peduli kepada seluruh pihak yang terdampak Covid-19, termasuk pelaku pariwisata. Pelaku usaha pariwisata juga didorong untuk satu kesatuan dengan pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga angka penyebaran Covid-19 di Bukittinggi dapat terus ditekan.

“Kita tidak bisa batasi pengunjung karena akan berdampak pada ekonomi masyarakat. Namun salah satu upaya, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga komitmen pelaku pariwisata juga dituntut untuk ikut menerapkan sistem CHSE ini. Saat ini fokusnya bukan hanya kesehatan lagi, tapi bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19,” jelasnya.

Selain itu sosialisasi tersebut dilaksanakan selama empat hari, mulai dari Senin (14/12) hingga Kamis (17/12). Peserta ditarget 200 orang dibagi 50 usaha pariwisata per hari. Pada hari pertama, sosialisasi menghadirkan narasumber Dr. dr. Andani Eka Putra, Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand, Dirut dan Sumber Daya RS Unand. (eds)

Next Post

Gelar Raker, KONI Bukittinggi Evaluasi Program Kerja Tahun Berjalan

Sen Des 14 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bukittinggi gelar […]