Jelang Pilgub, Masih Banyak Warga Belum Miliki e-KTP

PADANG,KP – Jelang Pilgub Sumbar yang akan berlangsung Rabu lusa (9/12), permasalahan e-KTP sebagai syarat wajib sebagai daftar pemilih tetap (DPT)atau daftar pemilih tambahan (DPTb) masih menyisakan sekelumit PR yang belum tertuntaskan.

Anggota Komisi I DPRD Padang Rustam Effendi mempertanyakan proses pembuatan e-KTP yang berbelit-belit sehingga banyak masyarakat hingga saat ini tidak memiliki e-KTP.

“Jelang Pilgub Sumbar 2020, masih banyak warga yang tidak memiliki e-KTP. Ini sangat disayangkan. KTP yang sudah dicetak tahun 2019 laluhingga kini belum didistribusikan,” ujarnya, Sabtu (5/12).

Ia juga menyesalkan petugas yang saling lempar bola ketika masyarakat mempertanyakan e-KTP.

“Dari kelurahanmasyarakat disuruh ke kecamatan. Dari kecamatanmasyarakat disuruh menanyakan ke Disdukcapil. Sampai disana, masyarakat disuruh menanyakan ke kecamatan atau kelurahan. Ada apa ini? Seharusnya, kelurahan atau kecamatan mempunyai surat tanda terima penyerahan e-KTP hingga warga mengetahui berapa lama e-KTP nya siap,” tegasnya.

Sebelumnya, beberapa hari lalu ketika Komisi I DPRD melakukan kunjungan ke kantor Camat Koto Tangah. Camat Koto Tangah Mahdalena menjelaskan bahwa dengan jumlah penduduk 180.305 jiwa, Kecamatan Koto Tangah memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 126.114, dan mempunyai 423 TPS, dan dua TPS khusus yang berada di LP Anak Air.

Selain itu, berdasarkan rekap pelayanan kependudukan Kecamatan Koto Tangah, Mahdalena  menjelaskan juga dari bulan November hingga Desember 2020 e-KTP yang telah dicetak Capil sebanyak 1.522dan KTP yang belum direkap adalah 637, sedangkan KTP yang telah direkap sebanyak 943.

“Permasalahan kitaadalah masih banyaknya e-KTP yang menumpuk di kelurahan. Kami sudah mewanti-wanti untuk segera didistribusikan kepada warga melalui perangkat RT/RW yang ada di kelurahan. Kita sendiri mempunyai target zero e-KTP yang belum didistribusikandan kita akan turun kelapangan. Saya sendiri yang akan membagikan e-KTP ke warga jika belum diberikan,” ucapnya.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Koto Tangah Eka Putra menjelaskan juga bahwa, lambannya pendistribusian KTP di kelurahan disebabkan e-KTP yang telah siaptidak dijemput oleh warga melalui RT/RW. Hal inilah yang menjadikan e-KTP menumpuk di kelurahan.

“Selain itu, alat pencetak e-KTP yang dimiliki Kecamatan Koto Tangah juga ditarik oleh Disdukcapil Kota Padang dengan alasan akan di-service. Tetapi hingga saat ini, alat pencetak e-KTP itu belum dikembalikan. Jadi, bagaimana kita membantu warga untuk mempunyai e-KTP dengan cepat,” jelasnya.

Kepala Pelayanan dan Pendaftaran Penduduk Dukcapil Kota Padang Nurlaili yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menjelaskanalat pencetak e-KTP yang ada di kecamatan sengaja ditarik karena Dukcapil sendiri kekurangan alat untuk pembuatan e-KTP.

“Kami sengaja menarik alat pencetak e-KTP yang ada di kecamatan karena alasan Dukcapil sendiri kekurangan alat pencetak e-KTP,” ulasnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Padang Murikhwan menjelaskanpemilih yang tidak terdaftar dalam DPT masih bisa menggunakan hak pilihnya di Pilgub 2020 dengan membawa surat keterangan (Suket).“Suket masih tetap bisa digunakan pada Pilgub 2020 yang berfungsi sebagai pengganti data pemilih yang belum memiliki e-KTP. Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E),” tukasnya.(bim)

Next Post

Dispora Sumbar Gelar PMOP Bagi 40 Pemuda Padang

Ming Des 6 , 2020
PADANG, KP – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar menggelar pelatihan Peningkatan Mutu Organisasi Pemuda (PMOP) tingkat Kota Padang tahun 2020. Kegiatan itu dibuka langsung oleh Kadispora Sumbar Bustavidiadi Aula Hotel Razaki, Padang, Jumat (4/12). Kadisparpora Sumbar Bustavidia dalam sambutannya mengatakansemua masa depan bangsa Indonesia ada ditangan pemuda saat ini. […]