Jelang Pilkada, Dinamika Politik Bukittinggi Semakin “Hangat”

BUKITTINGGI, KP – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang tinggal menghitung hari, dinamika politik Bukittinggi terasa semakin hangat. Bahkan konstelasi politik Pilkada Kota Bukittinggi membuat para pelaku politik dan masyarakat menjadikan Pilkada Bukittinggi sebagai perbincangan utama. Hal itu diungkapkan anggota DPRD Bukittinggi Dedi Fatria, Selasa (1/12).

Dedi Fatria mengatakan, tiga pasang calon Walikota-Wakil Walikota Bukittinggi terus memanfaatkan masa kampanye hingga batas waktu yang telah ditetapkan KPU. Bahkan tiga paslon sudah memaksimalkan masa waktu kampanye tersebut mulai dari sosialisasi dan pertemuan dari rumah-ke rumah hingga blusukan dan bertatap muka dengan masyarakat ke banyak rumah. Terakhir, ketiga paslon juga sudah mengikuti debat kandidat putaran kedua yang diselenggarakan KPU Bukittinggi.

Untuk hasil debat kandidat yang telah selesai dilaksanakan itu kata dia, menjadikan banyak masyarakat sebagai komentator politik. Semua diurai satu persatu, mulai dari gestur, emosi dan yang utama adalah jawaban para calon. Di mana sangat terlihat mana yang memahami tata kelola pemerintahan dengan yang tidak memahami.

“Bahkan ada juga yang menjawab dengan asalan “baa nan katabao diangok baliau sajo”. Hal ini tentu akan menjadi pedoman bagi masyarakat. Uniknya tiga calon Walikota berlatar pendidikan sarjana hukum, minimal ketiganya pernah belajar mata kuliah wajib pengantar ilmu hukum dan pengantar hukum indonesia. Salah satu calon bahkan lulusan Universitas Kenamaan Indonesia yang akreditasi Fakultas Hukumnya mungkin sudah kategori A plus,” terangnya.

Menurutnya, pada debat putaran kedua ada catatan cukup menarik. Di mana paslon sudah cukup bisa mengendalikan emosi, meskipun ada salah satu yang selalu nyeleneh sehingga membuat acara debat lebih cair bagi penonton yang menyaksikan. Juga ada calon yang pakai ilmu silek sitaralak “tabu jua lalu, tabalintang patah”. “Saking telitinya masyarakat menonton debat, gerak-gerik calon saat menjawab pertanyaan yang diberikan juga terperhatikan masyarakat. Ada yang dikatakan pakai jimat, meskipun sebenarnya hal itu sah-sah saja, toh tidak dilarang dalam aturan debat oleh KPU,” ulasnya.

Diakui Dedi Fatria, Pilkada Bukittinggi 2020 sangat menguntungkan bagi banyak partai, karena secara otomatis pendidikan politik berjalan dengan baik. Tentu akan membuat masyarakat lebih kritis dan cerdas dalam memilih calon. Karena beban pemerintah daerah semakin hari semakin berat, tuntutan pemerintah pusat dalam tata kelola pemerintah daerah semakin banyak.

Hal itu terlihat dengan begitu banyaknya ketentuan yang disiapkan baik dari perencanaan, penganggaran sampai pada pelaksanaan kegiatan. Sehingga menuntut daerah harus dipimpin kepala daerah yang inovatif, memiliki konsep yang jelas dan mau bekerja keras. Walikota seremonial yang kerjaannya hanya memberikan sambutan, membuka acara, menggunting pita, akan tergilas sendiri oleh sistem yang cukup rumit, yang tentu akan berdampak langsung kepada pembangunan daerah.

Lanjutnya, meskipun Bukittinggi adalah kota yang masyarakatnya sangat kritis dalam memilih. Namun masyarakat juga mesti diingatkan karena saat ini kondisi ekonomi masyarakat sangat memprihatinkan, antisipasi dari serangan politik uang harus menjadi perhatian khusus bagi semua kalangan.

“Kita semua akan menitipkan kota ini kepada pasangan calon yang akan memenangkan Pilkada Bukittinggi ini, setidaknya dalam lima tahun ke depan. Oleh sebab itu memberikan peluang uji coba bagi kepala daerah adalah sebuah kesia-siaan. Semoga Pilkada Bukittinggi berjalan dengan baik, aman dan lancar. Biduak lalu, kiambang batauik,” tukas Politisi PPP itu. (eds)

Next Post

Seluruh Personel Polres Bukittinggi yang Akan Mengamankan TPS Lakukan Tes Swab

Kam Des 3 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Menjelang pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Walikota serta Bupati dan Wakil Bupati yang akan dilaksanakan secara serentak 9 Desember mendatang. Seluruh personel Polres Bukittinggi yang akan melaksanakan pengamanan di TPS wilayah hukum Polres Bukittinggi wajib melaksanakan swab. Pelaksanaan swab […]