KEKURANGAN DANA RP 1,2 MILIAR LEBIH, TPG Triwulan IV 2020 Hanya Dibayar Dua Bulan

LUBUKSIKAPING, KP – Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau uang sertifikasi guru yang harus dicairkan pada triwulan IV (Oktober, November dan Desember 2020), pada akhir tahun ini mengalami pengurangan. Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya. Hal tersebut berdasarkan alokasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia Nomor : 35/PMK.07/2020 Tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 dalam rangka Penanganan Pandemi Covid-19 dan atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional.

Hasilnya, pagu dana TPG untuk tahun anggaran 2020 telah direvisi dan hanya bisa untuk membayarkan 11 bulan. Hal itu terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia, termasuk di Kabupaten Pasaman. Bahkan berdasar hasil rekonsiliasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) ditegaskan kekurangan TPG tersebut tidak dapat diakomodir pada tahun 2020 ini. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman melalui Sekretarisnya, Gunawan di ruang kerjanya, Jumat (11/12) membenarkan adanya kekurangan bayar itu akibat Pandemi Covid-19. Sehingga alokasi anggaran di APBN lebih banyak diarahkan ke penanganan Covid-19. Dalam surat pemberitahuan bernomor 900/ 3035/GTK-Disdikbud-2020 tanggal 17 November 2020 diinformasikan soal kekurangan anggaran TPG PNS triwulan IV tahun 2020 yang ditekan Kepala Dinas Pendidikan Pasaman, Ali Yusri. 

“Pada surat yang ditujukan kepada pengawas Sekolah TK/SD/SMP dan Kepala UPT TK/SD/SMP se-Kabupaten Pasaman disebutkan, berdasar analisis kebutuhan TPG hingga triwulan IV tahun anggaran 2020 terjadi kekurangan dana sebesar Rp 1.266.186400,” terangnya.

Dampak dari itu akhirnya, Disdikbud Pasaman pun terpaksa hanya membayarkan TPG triwulan IV untuk dua bulan, yakni Oktober dan November sesuai dana transfer yang tersedia di kas daerah, yang akan dibayarkan pada Desember 2020 nanti. “Kekurangan pembayaran tunjangan profesi dan tambahan penghasilan/Non Sertifikasi bulan Desember 2020 dibayarkan setelah terbit Surat Keputusan Carry Over (CO) di tahun 2021 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dan akan dibayarkan pada 2021 mendatang,” bebernya. 

Gunawan mengatakan, terkait masalah teknis maupun jumlah uang, serta berapa jumlah guru penerima TPG itu langsung saja ke Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Muslim Munir. 

Terpisah, Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Pasaman, Muslim Munir juga mengakui kekurangan bayar itu karena adanya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35 Tahun 2020 yang menegaskan adanya penyesuaian alokasi dana transfer. “Makanya untuk pembayaran TPG triwulan IV tahun 2020 ini berkurang satu bulan atau kurang bayar sebulan. Ini juga imbas dari pengurangan transfer dana tunjangan profesi guru yang disalurkan Kemendikbud,” ucapnya didampingi Operator Aneka Tunjangan, Septa Fiandi di ruang kerjanya.

Muslim mengungkapkan, adapun kekurangan dana yang harusnya bisa menutupi pembayaran TPG di Kabupaten Pasaman untuk tiga bulan Oktober, November dan Desember 2020 itu mencapai Rp 20,5 miliar. “Makanya TPG triwulan IV tahun anggaran 2020 hanya dibayar dua bulan, yakni Oktober dan November pada Desember nanti. Sedangkan kekurangan bayar satu bulan itu akan dibayar pada 2021 nanti setelah diterbitkan SK kekurangan bayar dari Kemendikbud,” katanya.

Sementara itu Operator Aneka Tunjangan, Septa Fiandi menambahkan, saat ini besaran dana TPG sesuai dengan dana transfer yang tersedia di kas daerah hanya sebesar Rp18 miliar lebih. “Kebutuhan dana TPG di triwulan IV, yakni Oktober, November dan Desember 2020 ini sebesar Rp20,5 miliar untuk 1.600 guru penerima TPG di daerah ini. Sedangkan dana transfer yang tersedia saat ini di kas daerah hanya sebesar Rp 18 miliar lebih, makanya terjadi kekurangan sebesar Rp 1.266.186400,” ungkapnya.

Sebelumnya pihak dinas sudah menghitung anggaran untuk triwulan IV yang akan dibayar Desember nanti, tidak akan cukup jika dibayar semuanya kepada 1.600 guru penerima itu. Sehingga hanya dibayar dua bulan, yakni Oktober dan November 2020. “Untuk anggaran satu bulan yang belum terbayar, pihaknya akan membuat laporan carry over ke Kementerian Pendidikan dan Kementerian Keuangan. Sehingga nanti akan dibayar di tahun 2021 mendatang. “Pastinya anggaran satu bulan ini akan terbayar di 2021. Namun untuk kepastian bulan apa dibayarkan, yang pastinya tahun depan akan tetap dibayar,” tukasnya. 

Selain itu terkait adanya kekurangan bayar TPG triwulan IV menjadi perbincangan hangat bagi kalangan guru di Kabupaten Pasaman, termasuk di beberapa media sosial seperti di grup percakapan WA dan lainnya. (nst)

Next Post

MILIKI KELAINAN KELAMIN, Tim Sosial Jumat Berkah KJB Jannah Kunjungi Rumah Syahidah Rasyid

Jum Des 11 , 2020
SOLOK, KP – Tim Sosial Jumat Berkah KJB Jannah di bawah pimpinan Haris Wandi, Jumat (11/12) mengunjungi rumah bocah malang Syahidah Rasyid (3 tahun), anak dari pasangan Dedi Wahyudi dan Ayu Rahmadbanis, warga Jorong Pasa Usang, Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok yang memiliki kelainan kelamin.  Menurut ibu bocah […]