Kenaikan Harga Tiket Pesawat Picu Inflasi di Sumbar

PADANG, KP – Kenaikan harga tiket pesawat udara memicu terjadinya inflasi di Sumatera Barat pada November 2020 mengacu kepada data yang dihimpun Badan Pusat Statistik setempat.

“Pada November 2020 Sumatera Barat mengalami inflasi 0,51 persen didorong oleh kenaikan harga tiket pesawat karena tingginya permintaan sekaitan dengan adanya pelaksanaan MTQ Nasional ke-28,” kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, Jumat (4/12).

Ia menilai peningkatan tarif angkutan udara didorong oleh pola tahunan yang cenderung meningkat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan Tahun Baru 2021 yang pada tahun ini diperpanjang sebagai pengganti cuti bersama Lebaran serta penyelenggaraan MTQ Nasional ke-28 di Sumatera Barat.

“Laju inflasi Sumatera Barat ini lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi inflasi Kawasan Sumatera sebesar 0,33 persen dan realisasi inflasi Nasional 0,28 persen,” ujarnya.

Kelompok lain yang turut menyumbang inflasi adalah makanan, minuman dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,23 persen .

“Adapun komoditas yang menyumbang inflasi pada kelompok ini yaitu daging ayam ras, cabai merah, bawang merah, dan ayam hidup,” ujarnya.

Kenaikan harga disebabkan peningkatan permintaan masyarakat dan terbatasnya pasokan, kemudian didorong oleh kenaikan harga jagung sebagai bahan utama pakan ayam sehingga mendorong kenaikan harga lebih lanjut.

Pada sisi lain curah hujan yang tinggi sebagai dampak dari fenomena La Nina juga turut mendorong kenaikan harga komoditas pangan seperti cabai merah dan bawang merah.

“Curah hujan yang tinggi mempengaruhi produksi dan distribusi cabai merah dan bawang merah, sehingga terjadi keterbatasan pasokan di masyarakat. Sebagian hasil panen bawang merah yang disimpan sebagai benih juga menjadi penyebab keterbatasan pasokan di berbagai wilayah,” kata dia.

Dalam rangka pengendalian inflasi di daerah, Wahyu menyampaikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat telah melaksanakan berbagai upaya pengendalian inflasi.

Upaya pengendalian inflasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat antara lain melakukan monitoring bahan pangan strategis secara berkala melalui pemantauan harga di tingkat pedagang besar maupun eceran.Kemudian pemantauan pasokan secara berkala di tingkat pedagang maupun distributor untuk memastikan ketersediaan pasokan mencukupi kebutuhan.

Lalu pelaksanaan operasi pasar murah menjelang HBKN dan Tahun Baru 2021 di enam lokasi di Kota Padang serta koordinasi dan komunikasi antar anggota TPID dalam merumuskan strategi pengendalian inflasi sesuai dengan strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, komunikasi efektif. (ant)

Next Post

Jelang Pilkada Serentak, Forkopimda Solsel Lakukan Koordinasi Dengan KPU

Jum Des 4 , 2020
PADANG ARO, KP – Pjs. Bupati Solok Selatan Jasman Rizal bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah melakukan rapat koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok Selatan terkait kesiapan KPU dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020, di Ruang Kerja Bupati, Kamis (3/12).Dalam kesempatan tersebut, Pjs Bupati Jasman melakukan pengecekan kesiapan KPU […]