Kerukunan Itu Mensejahterakan

Oleh H.Adi Bermasa

Kita warga Sumatra Barat pantas bersyukur.Sebab nikmat kerukunan sangat terasa di negeri ini.Meski beragam komunitas suku, ibadah sunat yang beragam, pakaian beragam penampilan, namun sesama warga terkadang berlainan agama dan kepercayaan, tapi tak saling cemburu, iri ataupun dengki.Sangat terasa nikmat kehidupan yang rukun di tanah bertuah, Minangkabau yang dibanggakan bersama sama.

Sama sekali tak jadi pertentangan diantara warga bermukim disini berlainan cara ibadah sunat yang dilakukannya.Bersorban lilit tebal ataupun lelaki tak berpeci tidak ada yang mempersoalkan.Begitu terasa kehidupan rukun di Sumbar ini, meski pelaku kriminal terus beraksi, namun cepat atau lambat pasti digulung polisi.Bahkan mereka yang melakukan kejahatan sulit yang lolos dari tangkapan pihak berwajib.

Sumbar yang kondusif yang sama sama kita rasakan perlu terus kita nikmati.Jangan sampai ada yang mengacaukan tanah bertuah ini.Mari terus kita bina hidup saling rukun dan damai penuh saling pengertian.Kita hindari saling mencurigai, menang sendiri.Bahkan kitapun tak ingin muncul gesekan menimbulkan kebencian sesama se suku, se agama, se bangsa, se tanah air.Kita hormati alim ulama, tokoh agama berbeda kepercayaan dan suku.

Kita berharap kerukunan yang sudah terbina baik di daerah ini jadilah semakin berkembang positif di Indonesia yang kita banggakan.Mari kita taati ajaran agama yang kita anut.Jangan sesama anak bangsa mau di adu domba.Meski kecenderungan muncul gesekan perpecahan, janganlah diterima mentah-mentah.Hindari sesama kita berkelahi tidak berketentuan.Meski tak bisa dibantah,bahwa gerakan merugikan negeri ini sudah tsrlihat nyata dalam tampilan media, pantasnya kegesitan aparat keamanan cepat bertindak.Yang penting, mari sama dihindari gesekan.Utamakan penyelesaian sistem kerohanian menyejukkan.Bersama kita mampu menyelesaikan beragam gesekan.Syaratnya jangan pakai sistem membelah bambu.Satu dipijak, satu lagi diangkat.

Pemimpin, apapun jabatan dan perannya punya kewajiban moral menyejukkan negeri ini.Yang terbaik pakailah ilmu merangkul.Maksimalkan peran tokoh masyarakat, alim ulama dan cerdik pandai.Hindari menyudutkan tokoh Islami berpengaruh.Dan peran beragam pemuka agama di Indonesia sangat menentukan kerukunan bangsa yang besar ini.Dan sangat pantas pemimpin pemerintahan di negeri ini terjadwal saling berdialog dengan tokoh bangsa beragam agama di Indonesia.Jangan sampai ada mereka yang dikucilkan.

Dialog, tukar fikiran adengan mengutamakan keutuhan bangsa, Insyaallah negeri ini semakin lebih baik.Semoga saja terjalinnya hubungan lebih baik antara pemerintah dengan ulama, cendekiawan tokoh bangsa kesejahteraan akan muncul dengansendirinya.Dan kehidupan rukun penuh saling pengertian sangat dibutuhkan oleh bangsa yang besar ini.Indonesia yang kita banggakan.INSYAALLAH !

Next Post

DPRD Sumbar Tetapkan Ranperda Usul Prakarsa Tentang PPPA

Kam Des 3 , 2020
PADANG, KP- Perkembangan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia termasuk di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi menggunakan hak usul prakarsa untuk membuat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Suwirpen Suib menegaskan, kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat dengan […]