Ketika Hasil Survey Pilgub Sumbar Meleset

PADANG, KP – Hasil survei sejumlah lembagasurvei meleset pada Pilkada Provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Mulyadi-Ali Mukni nomor satu, namun menurut hasil hitung cepat (quick count) maupun real count KPU, mereka justru berada di di nomor tiga.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Padang (UNP), Eka Vidya mengatakan bahwa faktor pertama kekalahan Mulyadi ialah keliru memilih wakil karena sama-sama berasal dari daerah yang sudah dikuasai. Menurutnya, seharusnya Mulyadi memilih wakil di daerah pilihan (dapil) lain.

“Wakilnya dari Padang Pariaman. Mulyadi sudah menang di kabupaten itu dalam Pileg 2019. Pemilihnya menumpuk di daerah yang selama ini dia garap. Dia kurang menjelajahi daerah lain,” ujarnya dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (10/12).

Sebagai informasi, Mulyadi tiga periode menjadi anggota DPR dari Dapil II Sumbar, yakni Padangpariaman, Pariaman, Agam, Bukittinggi, Pasaman Barat, Pasaman, Limapuluh Kota, dan Payakumbuh. Pada Pileg 2019, dia meraih suara terbanyak di Sumbar yaitu 144.954.

Faktor lain kekalahan Mahyeldi, menurut Eka Vidya, ialah tingginya hasil survei elektabilitas Mulyadi selama beberapa bulan terakhir. Menurutnya, hal itu menyebabkan pasangan calon lain bekerja lebih giat untuk meningkatkan elektabilitas masing-masing.

“Faktor lainnya adalah tidak berjalannya konsolidasi Mulyadi dengan sesama kader Demokrat yang ikut pilkada. Ada kader Demokrat yang menang pilkada di kabupaten, tetapi tidak berimbas terhadap suara Mulyadi,” kata Eka.

“Contohnya di Tanahdatar. Kader Demokrat, Eka Putra, menang, tetapi perolehan suara pilgub di sana yang menang Mahyeldi,” tambahnya.

Sementara, pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand), Andri Rusta, mengatakan bahwa faktor utama kekalahan Mulyadi di Sumbar ialah rendahnya angka partisipasi pemilih.Ia mencontohkan di Padang, angka partisipasi pemilih sebesar 52 persen. Di tengah rendahnya angka partisipasi pemilih itu, pemilih PKS yang memilih paslon Mahyeldi-Audy Joinaldy tetap datang ke TPS hingga membuat paslon tersebut unggul sementara.

“Mesin politik PKS bekerja keras sejak awal sampai akhir. Mereka ‘menggerus’ suara Mulyadi,” ujar Direktur Survei dan Data lembaga survei Spektrum Politika itu.

Faktor lain yang menyebabkan kekalahan Mulyadi, menurut Andri, yakni karena berstatus tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran pilkada. Status tersangka Mulyadi mengubah pilihan masyarakat yang semula akan memilih Mulyadi, kemudian beralih memilih calon lain.

Soal hasil survei yang meleset, Andri mengatakan bahwa pihaknya menduga bahwa simpatisan dan kader PKS tidak memberikan jawaban memilih Mahyeldi saat menjadi responden. Dengan demikian, hasil survei menjadi salah.

Ia melihat hal itu sama persis dengan survei pada Pilkada Jawa Barat tahun lalu. Menurut survei, calon yang diusung PKS, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, nomor tiga. Dalam hitung nyata (real count), mereka nomor dua, bahkan hampir menang melawan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Peneliti Poltracking, Faisal Arif Kamil juga sependapat dengan Andri Rusta bahwa status tersangka berpengaruh terhadap kekalahan Mulyadi. Selain itu, PKS Juga bekerja keras hingga membuat Mulyadi-Ali tak banyak mendapat suara.

“Faktor paling besar penyebab kekalahan Mulyadi adalah mesin politik PKS bekerja lebih keras mendekati hari H. Ciri khas PKS memang begitu. Mendekati hari H, mereka sprint,” ucapnya.

Pilkada Sumbar diikuti empat pasangan calon, yaitu Mulyadi-Ali Mukhni diusung Demokrat-PAN, Nasrul Abit-Indra Catri diusung Gerindra, Fakhrizal-Genius Umar diusung Golkar, Nasdem, dan PKB, Mahyeldi-Audy diusung PKS-PPP.

Berdasarkan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, seperti Poltracking dan Voxpol Center, Mahyeldi-Audy meraih lebih 32 persen suara, Nasrul Abit-Indra Catri 30 persen, Mulyadi-Ali Mukhni lebih 26 persen, Fakhrizal-Genius Umar hampir 10 persen.

Sebelumnya, menurut beberapa lembaga survei, seperti Saiful Mujani Research and Consulting, Poltracking, dan Spektrum Politika, elektabilitas Mulyadi-Ali adalah yang tertinggi di Sumbar. (cnn)

Next Post

Pelapor Cagub Sumbar Mulyadi Cabut Laporan ke Gakkumdu

Jum Des 11 , 2020
PADANG, KP – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir […]