Komisi II DPRD Padang Kunjungi Pelindo II Teluk Bayur

PADANG,KP -Komisi II DPRD Kota Padang melakukan kunjungan lapangan ke PTPelindo II Teluk Bayur. Dalam kunjungan tersebut, DPRD Kota Padang ingin mengetahui perkembangan ganti rugi kepada masyarakat dalam hal pengembangan kawasan Pelindo II. Selain itu, Komisi II DPRD Kota Padang ingin mengetahui sejauhmana perkembangan kerjasama Pelindo II dengan PDAM Kota Padang dalam penyaluran air bersih.
“Kita ingin mengetahui sejauh mana perkembangan dari kerjasama PDAM dengan Pelindo, apalagi tugas kita saat ini sebagai pengawas menginginkan peningkatan PAD Kota Padang,” ucap Sekretaris Komisi II DPRD Kota Padang Bobi Rustam, Selasa (8/12).
Wakil Ketua DPRD Kota Padang yang turut hadir dalam kesempatan tersebut meminta Pelindo II membuka diri untuk bekerjasama dengan pihak ke-3 sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, dan tentunya menggerakkan perekonomian di Kota Padang.
“Kita berharap, Pelindo II membuka diri dan melibatkan pihak ke-3 sehingga dapat menggerakkan perekonomian Kota Padang. Jika perekonomian bergerak, tentu Pelindo memberikan sumbangsih dalam meminimalisir angka pengangguran di Kota Padang dan tidak akan meenciptakan permasalahan dikemudian hari,”tegasnya.
Sementara, GM Pelindo II Nunu Husnul Khitam mengucapkan terimakasih atas kunjungan Komisi II DPRD Kota Padang ke Pelindo. Menurutnya, keberadaan pelabuhan telah memberikan sumbangsih terhadap perkembangan ekonomi di Sumatera Barat (Sumbar). Tak dapat di pungkiri, pelabuhan telah menjadi pintu perekonomian dalam mendongkrak pembangunan di Sumbar.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan demi mendukung kemajuan dari Pelindo II,” ucapnya.
Di tempat yang sama, DGM Komersial PTPelindo II Hendri Adolf menanbahkan bahwa untuk ganti rugi kepada masyarakat telah memasuki tahap III. Sebelumnya, Pelindo telah memberikan ganti rugi tahap I dan tahap II.
“Ganti rugi kemasyarakat tahap I sudah berjalan dengan baik. Ganti rugi tahap II dari 72 KK tersisa hanyalah 16 KK belum bisa menerima. Untuk ganti rugi tahap IIIsedang dilakukan apresal dengan konsultan untuk bisa menafsirkan biaya. Pada saat iniproses tersebut terkendala akibat covid-19. Pada dasarnya, lokasi tersebut merupakan tanah milik Pelindo. Pelindo juga memberikan biaya relokasi barang, transportasi dan biaya kontrak rumah selama setahun,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut Bobi Rustam juga meminta Pelindo memberikan pelayanan penampungan oli kotor dari kapal yang bersandar di Pelindo. Karena menurut Bobi, pada saat ini pelayanan tersebut belum dimiliki oleh Pelindo.
“Saya melihat, Pelindo belum memiliki fasilitas ini. Kedepan, saya berharap Pelindo memberikan pelayanan ini terhadap kapal-kapal yang ingin membuang oli bekas. Kalo tidak, akan terjadi pencemaran lingkungan. Selain itu, Pelindo harus mengatur regulasi tentang pembuangan sampah dari kapal-kapal yang bersandar, sehingga laut tidak menjadi tempat pembuangan sampah,” tutupnya. (bim)

Next Post

Wako Mahyeldi Tinjau Sejumlah Pasar Satelit

Rab Des 9 , 2020
PADANG, KP – Walikota Padang H.Mahyeldi Ansharullah meninjau beberapa pasar satelit di Kota Padang, Selasa (8/12).Pasar yang dikunjungimulai dari Pasar Pagi Raden Saleh hingga Pasar Lubuk Buaya.Wako Mahyeldi mengatakanpeninjauan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan situasi di sektor perdagangan Kota Padang. Terutama geliat ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang tengah […]