Nasib Gedung DPRD Kabupaten Solok ‘Semakin Lapuk’ di Tengah Pandemi

SOLOK, KP – Pandemi Covid-19 sedikit banyaknya bisa mengalihkan perhatian pemerintah, terutama mengenai isu dan penyelesaian ‘tukar guling’ antara kantor DPRD Kabupaten Solok yang dibangun dengan dana APBD Kota Solok. Sesuai pantauan KORAN PADANG di lokasi, Jumat (18/12), kondisi bangunan tersebut semakin parah karena ditumbuhi semak belukar lebih satu meter dan berkumpulnya anjing liar.

Sebelumnya sorotan tajam terus ditujukan masyarakat Kabupaten Solok terhadap gedung mewah yang dibangun Pemko Solok di Ibukota Kabupaten Solok di Arosuka itu. Menurut cerita, awalnya bangunan itu dibangun dengan maksud bisa ditukar gulingkan dengan aset Pemkab Solok. Namun (mungkin karena tidak serius), sehingga kini gedung tersebut terlantar dan menjadi sarang hantu, menurut cerita petugas satpol PP yang bertugas di DPRD Kabupaten Solok, yang bersebelahan dengan gedung megah tersebut.

Hingga kini, gedung tersebut dibiarkan terlantar tidak terurus. Bahkan hampir tidak ada yang peduli dengan gedung itu, meskipun dana yang digunakan untuk membangun gedung tersebut tidak sedikit. Untuk itu masyarakat Kabupaten Solok berharap kedua daerah ‘duduk beropok’ untuk membahas masalah tersebut atau penegak hukum segera turun tangan.

Tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Ossie Gumanti meminta aparat penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan mengusut tuntas dugaan penyelewengan pembangunan Kantor DPRD kabupaten Solok yang dibangun Pemerintah Kota Solok dengan maksud tukar guling aset Kabupaten Solok di kota Solok itu. Bahkan kata dia, hingga mendekati puluhan tahun, masalah tukar guling tidak kunjung tuntas.

“Kalau tidak ada keganjilan dan penyelewengan, saya rasa Pemkab Solok sudah mau menerima kantor itu. Ini pasti ada apa-apanya, kalau memang sesuai MoU, pasti tukar guling sudah tuntas. Jadi daripada lapuk dan hancur tidak ditempati, lebih baik penegak hukum menuntaskan dan turun mengaudit dana pembangunan kantor tersebut, agar semuanya jadi jelas dan tidak ada dugaan miring dari masyarakat. Kan kasihan, dana APBD Miliaran Rupiah uang rakyat terbuang tidak jelas,” terangnya kepada KORAN PADANG, baru-baru ini.

Apalagi semenjak mewabahnya virus corona kata dia, nasib gedung tersebut semakin tidak jelas, sebab semua pihak yang akan mengusut penuntasan gedung itu fokus kepada penanganan Pandemi Covid-19. “saat normal saja mereka tidak serius, apalagi sekarang,” sindirnya.

Lebih jauh dijelaskannya, bangunan bergonjong itu dibangun dengan dan APBD Kota Solok tahun 2014 lalu. Namun setelah rampung sejak dibangun lima tahun lalu, kabarnya Pemkab Solok yang waktu itu masih di pegang Bupati Syamsu Rahim, tidak mau menerima aset karena nilainya tidak sepadan dengan nilai aset Kabupaten di kota. Bahkan ada juga yang menyebut karena kurang harmonisnya hubungan Bupati Solok waktu itu, dengan Walikota Solok masa itu. Berbagai cerita muncul dari gedung yang belum jelas milik siapa tersebut.

Menurut Ossie, saat ini gedung ruang sidang yang dibangun Pemko Solok itu seperti bangunan tua banyak hantunya, seram dan sudah berlumut. Di beberapa bagian seperti di atap sudah mulai rusak, sementara sekeliling gedung ditumbuhi semak liar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun berbagai sumber perihal nasib bangunan itu menyebutkan, mantan Bupati Solok Syamsu Rahim enggan menerima gedung itu disebabkan dana yang dipakai untuk pembangunan berbeda jauh dari anggaran yang disepakati dalam MoU tukar guling. Di mana anggaran yang disepakati bernilai Rp 6 miliar, sementara dari tender yang dilakukan Pemko Solok hanya bernilai Rp 4.791.909.000. di mana selisihnya Rp 1.208.091.000. selain itu hubungan kedua pemimpin waktu itu tidak harmonis.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok Lucki Efendi, ketika diminta tanggapannya masalah gedung itu enggan berbicara banyak karena tidak terlalu memahami masalah tersebut. Namun Lucki menginginkan gedung itu bisa dipakai secepatnya, karena DPRD Kabupaten Solok memang sudah membutuhkan ruang sidang lebih baik dari yang sekarang. “Mungkin tanya saja anggota dewan periode lalu lebih memahaminya,” tuturnya

Sebelumnya, mantan Ketua DPRD Kabupaten Solok priode 2014-2019, H. Hardinalis Kobal yang saat ini anggota DPRD Sumbar, juga pernah menjelaskan secara pribadi waktu menunaikan ibadah haji di Mekkah tahun 2016 lalu. Dirinya pernah berdiskusi dengan mantan Sekdaprov Sumbar waktu itu, yakni Ali Asmar untuk menuntaskan masalah tersebut. “Saya meminta kepada Bapak Ali Asmar agar segera menyelesaikan masalah tukar guling gedung DPRD ini. Tapi sampai sekarang belum ada realiasasinya,” jelasnya.

Namun dia berharap keseriusan Pemko Solok untuk menyelesaikan masalah itu sangat diharapkan. Apalagi hubungan kedua Pemerintah itu saat ini sangat harmonis. Namun menurutnya, semua itu tergantung niat kedua pemimpin yang bertetangga dan bersaudara itu. Saat ini, media dan masyarakat Kabupaten Solok juga sudah mulai mempertanyakan keseriusan Pemkab dan Pemko Solok menuntaskan penyelesaian masalah bangunan tersebut. ”Kita berharap keseriusan Pemko dan Pemkab Solok untuk menuntaskan masalah gedung tersebut, ” tutupnya. (wan)

Next Post

Meriahkan HAB, Kemenag Tanahdatar Gelar Berbagai Perlombaan

Jum Des 18 , 2020
BATUSANGKAR, KP – Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tanahdatar, H. Syahrul […]