Pasokan Kurang, Harga Cabai Merah Naik

PAYAKUMBUH, KP – Harga cabai merah di Kota Payakumbuhmengalami kenaikan hingga Rp10 ribu per kilogram semenjak Sabtu (12/12) yang disebabkankurangnya pasokan.

“Benar, harga bahan pokok seperti cabai merah mengalami kenaikan karena kurangnya pasokan cabai ke Payakumbuh,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edvidel Arda di Payakumbuh, Senin (14/12).

Ia mengatakan, saat ini harga cabai merah di pasar dijual dengan harga Rp50 ribu per kilogram atau naik Rp10 ribu dari harga bahan pokok tersebut pada Jumat (11/12) lalu.

“Dari pantauan kami kenaikan tidak hanya di Payakumbuh, tapi juga terjadi di daerah lainnya. Meski begitu kami akan tetap melakukan pemantauan, terutama pasokan dari luar,” ujarnya.

Sementara itu, kenaikan juga terjadi untuk harga bahan pokok lainnya, seperti bawang merah dan daging ayam. Bawang merah saat ini dijual dengan harga Rp25 ribu per kilogram sedangkan pada Jumat (11/12) dijual Rp24 ribu per kilogram.

“Sedangkan untuk daging ayam juga naik seribu rupiah. Sebelumnya daging ayam dijual dengan harga Rp25 ribu/kilogram,” katanya.

ia mengatakan, harga bahan pokok lainnya masih stabil dan sama dengan beberapa waktu sebelumnya. Beras kualitas I dijual Rp12 ribu per kilogram, beras kualitas dua Rp11 ribu per kilogram, bawang putih Rp24 ribu per kilogram dan daging sapi Rp120 ribu per kilogram.

Selanjutnya, telur ayam Rp1500 per butir, gula pasir Rp13 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp13 ribu per kilogram, tepung terigu Rp7.500 per kilogram, kacang kedelai Rp10 ribu per kilogram dan jagung Rp5.000 per kilogram.

Ia mengharapkan agar naiknya beberapa harga bahan pokok dapat kembali normal dalam beberapa hari ke depan, sehingga tidak merugikan petani, penjual dan konsumen.

“Kenaikan cabai merah belum berdampak kepada harga bahan pokok lainnya. Semoga menjelang akhir tahun ini harga bahan pokok tetap stabil,” ujarnya. (ant)

Next Post

Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 Dipertegas

Sen Des 14 , 2020
BATUSANGKAR, KP – Pemerintah Kabupaten Tanahdatarmempertegas sanksi bagi masyarakat di daerah itu yang melanggar protokol kesehatan (prokes) berupa membayar denda hingga Rp500 ribu. Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Tanahdatar, Elfiardi di Batusangkar, Senin (14/12) mengatakan, ketegasan itu diambil bertujuan mencegah perkembangan virus Covid-19 agar tidak semakin menjadi-jadi di Tanahdatar. […]