PEMETAAN POLDA SUMBAR, 293 TPS Sangat Rawan

PADANG, KP – Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar memetakan 293 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sumbar dalam kategori ‘sangat rawan’ di Pilkada Serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2020.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, Jumat (4/12), mengatakan pemetaan itu bertujuan untuk mengantisipasi pelanggaran dan memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan aman dan lancar.
Ia menjelaskan sebanyak 293 TPS itu berada di sejumlah kota dan kabupaten, yaitu 209 TPS di wilayah hukum Polres Kepulauan Mentawai, 35 TPS di wilayah Polres Solok Kota, 25 TPS di wilayah Polres Solok Selatan, dan 10 TPS di wilayah Polres Payakumbuh. Kemudian sembilan TPS di wilayah Polres Limapuluh Kota, empat TPS di wilayah hukum Polres Padangpanjang dan satu TPS di wilayah hukum Polres Dharmasraya.
Menurut kapolda, TPS dikatakan masuk dalam kategori sangat rawan berdasarkan beberapa kriteria, mulai dari lokasi TPS yang sulit dijangkau dan membutuhkan waktu tiga jam perjalanan menuju daerah tersebut, masyarakat setempat pernah terlibat konflik vertikal maupun horizontal, dan masyarakat di lokasi TPS tersebut tidak kooperatif dan cenderung anarkis.Bahkan kategori sangat rawan ini memiliki ciri masyarakat bersikap tidak percaya dengan kebijakan pemerintah saat ini dan berupaya menggagalkan pemilu.
“Kita sudah melakukan rayonisasi dan pemetaan potensi kerawanan. Kita juga menempatkan Brimob ke lokasi yang dianggap sangat rawan,” kata Irjen Pol Toni Harmanto.
Sementara itu untuk TPS kategori rawan ada sebanyak 821 TPS, yakni 296 TPS di wilayah hukum Polres Payakumbuh, 144 TPS di wilayah Polres Solok Selatan, 98 TPS di wilayah Polres Dharmasraya, 81 TPS di wilayah Polres Agam, dan 64 TPS di wilayah Polres Sijunjung. Selanjutnya 74 TPS di wilayah Polres Sawahlunto, 50 TPS di wilayah Polres Pasaman Barat dan lainnya.
Kategori rawan ini memiliki kriteria mulai dari jarak wilayah yang cukup jauh dan memiliki jarak tempuh sekitar satu hingga dua jam, daerah itu memiliki masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap politik cukup tinggi. Selain itu terdapat tokoh masyarakat yang berpengaruh di daerah tersebut dan ada tokoh yang berseberangan dengan pemerintah dan lainnya.
“Dalam Pilkada ini kita libatkan 7.684 personel kepolisian yang bekerjasama dengan TNI dan Linmas untuk melakukan pengamanan pelaksanan Pilkada 2020,” ujarnya. (ant)

Next Post

Pemko Bukittinggi Raih Penghargaan Bank Indonesia -- Peringkat II Kategori Kota Pelaksana Implementasi elektronifikasi Transaksi Pemda se-Sumbar

Ming Des 6 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi menerima piagam penghargaan dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatra Barat sebagai peringkat II kategori Kota Pelaksana Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemda se-Sumatra Barat Tahun 2020. Piagam penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar Wahyu Purnama. Dan […]