Pemko Padang Bolehkan Warga Gelar Pesta Pernikahan

PADANG, KP – Pemko Padang telah memperbolehkan warganya untuk menggelar pesta pernikahan dimulai Jumat (4/12). Hal ini setelah dicabutnya surat edaran Walikota Padang nomor: 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 pada bulan November tentang larangan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha.
Ihwal diperbolehkannya warga melaksanakan pesta pernikahan ini dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Arfian. Menurutnya, surat edaran terbaru telah diterbitkan dan ditandatangani Plt Walikota PadangHendri Septa.
“Alhamdulillah, tadi sudah ditandatangani surat edaran oleh Plt Wali Kota berkaitan tentang pencabutan surat edaran pertama di bulan November tentang pelarangan pesta pernikahan. Dengan ini Pemko Padang sudah mengizinkan digelarnya pesta pernikahan,” kata Arfian, Jumat (4/12).
Meskipun pesta pernikahan telah diperbolehkan, ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi warga dan para pelaku usaha jasa pesta. Di antaranya menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19.Arfian berharap komitmen yang telah disepakati itu dapat dijalankan warga dan pelaku usaha jasa pesta.
“Sudah ada kesepakatan, intinya apa yang diharapkan dari kesepakatan kita bersama itu betul-betul dapat terlaksanakan dalam menggelar pesta pernikahan,” jelasnya.
Dia mengungkapkan ada beberapa alasan dicabutnya surat edaran larangan pesta pernikahan di Padang. Salah satunya, mulai melandai kasus covid-19 dan dorongan para pelaku usaha yang tergabung dalam asosiasi jasa peta.
“Banyak dorongan pelaku usaha yang bergerak di bidang asosiasi pesta pernikahan. Karena mereka memang cukup terdampak dengan larangan pesta pernikahan. Karena pertimbangan itulah pemerintah kota mencabut larangan pesta pernikahan,” ujarnya seperti dilansir Langgam.id.
Arfian menegaskan pihaknya telah mendapat laporan para pelaku usaha telah mulai melaksanakan tes swab di sejumlah puskesmas. Sedikitnya, terdapat 85 pelaku usaha yang tergabung di asosiasi jasa pesta di Padang.
“Kami sudah dapat laporan ketua Asosiasi Jasa Pesta, mereka sudah melakukan tes swab. Memang harapan kita semua asosiasi jasa pesta melaksanakan tes swab ini,” tuturnya.
Ketua Asosiasi Jasa Pesta Padang (AJP) Kota Padang Yursal mengatakan dia bersama anggota AJP lainnya berkomitmen untuk melaksanakan tes swab.Sebagai bentuk komitmen itu, AJP Kota Padang telah menyerahkan data-data anggota AJP yang melaksanakan tes swab.
“Alhamdulillah, kami telah menyerahkan data itu kepada Pemko Padang yang diterima oleh Bapak Kepala Disparbud Padang Arfian,” kata Yursal.
Dari data tersebut, terdapat 85 nama yang diserahkan. Namun, jumlah tersebut akan terus bertambah karena belum seluruh data diserahkan.Dia mengungkapkan, apapun hasil swab nantinya tidak akan mempengaruhi usaha anggota AJP. Bagi yang positif Covid-19 akan di telepon ke nomor yang bersangkutan dan namanya akan dirahasikan.
Sebelumnya, SE Walikota tersebut sempat batal dicabut karena para anggota AJP Kota Padang belum melaksanakan tes swab. Padahal mereka telah sepakat untuk melaksanakan tes swab sebelum SE tersebut dicabut. Namun pada kenyataannya saat itu belum ada satupun anggota AJP melaksanakan tes swab,
Berikut isi surat edaran terkait ketentuan warga menggelar pesta pernikahan
– Wajib pakai masker bagi tuan rumah, pengantin, tamu dan pelaku yang terlibat pesta perkawinan.
– Wajib menyediakan nasi kotak atau bentuk lain (sesuai deklarasi bersama asosiasi jasa pesta).
– Wajib menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.
– Wajib mematuhi kapasitas maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan/gedung/tenda dan menjaga jarak minimal satu meter.
– Wajib melakukan cek suhu tubuh bagi tamu dan pelaku pesta perkawinan.
– Wajib melakukan desinfeksi pada ruangan/gedung/tenda sebelum pesta perkawinan.
– Acara hiburan/orgen tunggal paling lama pukul 24.00 WIB dan tidak diperkenankan menyayikan penyayi eksotis/sawer dan berpakaian sopan.
– Wajib membuat surat pernyataan untuk mendapatkan rekomendasi dari lurah setempat. (lgm)

Next Post

Polda Sumbar Imbau Warga Agar Tidak Golput pada Pilkada 2020

Jum Des 4 , 2020
SOLOK, KP – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Sumbar yang sudah memiliki hak pilih agar menggunakan hak suaranya pada Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar 9 Desember mendatang. “Silahkan masyarakat datang ke Tempat Pemungutan Suara TPS) untuk nyoblos, jangan golput. Karena suara anda […]