Pemuda Ujung Ladang Gelar Lomba Layang-layang Hias

SOLOK, KP – Pemuda Ujung Ladang, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, menggelar Lomba Layang-Layang Hias, Senin (15/12) di Korong Ubun-Ubun. Lomba tersebut memperebutkan tiga ekor kambing dan hadiah lainnya.

Ketua panitia pelaksana acara, Jon lintang didampingi Sekretaris Panitia pelaksana, Pino serta Bendahara Nuko, kepada KORAN PADANG menyebutkan, lomba tersebut digelar dalam rangka memberi hiburan ke masyarakat dan juga untuk ajang silaturahmi. “Peserta lomba layang-layang ini berasal dari Nagari yang ada di Kecamatan X Koto Singkarak dan sekitarnya serta untuk menarik kunjungan wisatawan ke Ujung Ladang,” terangnya.

Acara yang dibuka pada Minggu (13/12) itu dilakukan tokoh masyarakat Ujung Ladang, seperti Bapak Nasir, Bapak Liman Kayo, Bapak Malano, Bapak Jamalis, Bapak Basri, Mak Edi dan Trio Karno Vivo. Sedangkan penutupan acara akan dilakukan pada Rabu (16/12). Di samping itu, peserta yang ikut serta dalam lomba tersebut membayar insert sebesar Rp 30.000 kepada panitia pelaksana.

Pada lomba tersebut, tampak puluhan layang-layang hias beraneka macam karakter diterbangkan. Mulai dari naga, tokoh wayang hingga kuda. Layang-layang yang terbang menghiasi langit Koto Sani1 berlatar belakang Danau Dingkarak itu tentu saja menarik perhatian pengunjung dan peminat layang-layang.

Di mana layang-layang hias itu tampil meliuk-liuk memukau penonton dan dewan juri. Dibutuhkan 2 hingga 5 untuk bisa menerbangkan layang-layang besar itu. Sedangkan penilaian yang dilakukan oleh tim juri di antaranya adalah kreativitas, pada saat awal terbang, hingga kondisi layang-layang saat terbang.

Salah satu peserta asal Sumani, Karno bersama tim membutuhkan waktu 1 Minggu untuk mempersiapkan layang-layang berbentuk pesawat terbang. Dikatakannya, kondisi angin dan cuaca juga sangat mendukung lomba layang-layang kali ini.

Sementara itu Dinas Pariwisata Kabupaten Solok menyambut baik acara yang digelar pemuda Ujung Ladang itu. “Harapan kita tentu agar lomba layang-layang ini bisa menjadi agenda tahunan Koto Sani, sehingga bisa menjadi alternatif pilihan wisata serta memunculkan kreativitas baru dari para pelayang dengan memunculkan karakter ikonik Kabupaten Solok,” sebut Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Nasripul Romika.

Selain itu pada lomba tersebut tampak masyarakat antusias menonton/melihatnya bersama-sama. Acara itu juga turut dihadiri tokoh masyarakat Koto sani. (wan)

Next Post

Bupati Gusmal Minta Semua Pihak Bersatu Kembali Usai Pilkada

Sen Des 14 , 2020
SOLOK, KP – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 telah usai. Sebanyak 270 daerah meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota sudah menjalankan proses demokrasi dan segera mendapatkan pemimpin barunya. Sejalan dengan itu, Bupati Solok H. Gusmal sangat mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan masyarakat dalam […]