Penjual Pempek Keliling Cabuli Anak di Bawah Umur

PADANG, KP – Seorang pria berinisial MR (22 tahun) terpaksa harus berurusan dengan polisi setelah diduga mencabuli seorang anak perempuan di bawah umur. Pria yang bekerja sebagai pedagang pempek keliling di wilayah Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, itu pun diringkus polisi setelah dilaporkan warga yang memergoki aksinya.

Kapolsek Koto TangahKompol Indra Junaidi mengatakanpelaku yang merupakan warga Teratai Indah, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah itu diamankan saat berjualan, Rabu malam (9/12) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Saat diamankan, pelaku langsung kita gelandang ke Mapolsek Koto Tangah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Indra Junaidi,dilansir Padangkita.com, Jumat (11/12).

Indra mengatakanpelaku diamankan berdasarkan Laporan Polisi NomorLP/328/K/XII/2020/sektor tanggal 9 Desember 2020.Hingga saat inisudah ada dua korban yang melaporkan menjadi korban pelecehan dari pelaku, yaitu anak di bawah umur berinisial ZF (7 tahun) dan AH (5 tahun).

“Kita sekarang masih memeriksa pelaku secara intensif untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain,” kata Indra.

Menurutnya, pelaku melancarkan aksinya saat berjualan pempek keliling. Sebab, pada saat anak-anak tersebut berbelanja, pelaku memiliki banyak kesempatan untuk melakukan aksinya.Adapun modus pelaku yaitu dengan berlama-lama menggoreng pempek jualannya. Saat anak-anak yang berbelanja mendekati gerobaknya, pelaku pun memeluk korban hingga meraba bagian intim korban.

Perbuatan pelaku pun terhenti setelah dipergoki warga di Kawasan Asrama Brimobda Sumbar, Kelurahan Padang Sarai, Koto Tangahpada Rabu (9/12). Pelaku kemudian dilaporkan ke Mapolsek Koto Tangah.

“Saat diamankan, kita turut menyita barang bukti berupa pakaian korban dan pakaian pelaku,” tutup Kompol Indra Junaidi. (pkt)

Next Post

Perizinan Tambang Resmi Beralih ke Tangan Pemerintah Pusat

Jum Des 11 , 2020
JAKARTA, KP – Perizinan tambang tak lagi menjadi kewenangan pemerintah daerah mulai Jumat (11/12). Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batu bara alias UU Minerba, pemerintah pusat kini yang dapat melakukannya. Kehadiran beleid itu harapannya akan memangkas proses perizinan yang berbelit. Di saat yang sama, […]