PERINGATI HUT PGRI KE-75 DAN HARI GURU NASIONAL, Pemkab Solok Gelar Seminar dan Workshop Daring Guru Milenial

SOLOK, KP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok memperingati Hari PGRI ke-75 dan Hari Guru Nasional serta menggelar Seminar dan Workshop Daring Guru Milenial Bersama PGRI Kabupaten Solok, Kota Solok dan PGRI Solok Selatan di Emersia Hotel Batusangkar, Senin lalu (30/11).

Acara yang mengusung tema ‘Lebih Dekat dengan Bupati Solok H. Gusmal’ ituturut dihadiri Ketua Bunda PAUD Kabupaten Solok Desnadefi Gusmal, Ketua PGRI Sumatra Barat, Rektor UNP Prof Ganefri, Ketua PGRI Kota Solok, Kab. Solok dan Solok Selatan serta Kakanmenag Kabupaten Solok.

Dalam seminar tersebut dijelaskan, Tahun 2017 Bupati Solok H. Gusmal menerima anugerah Dwija Praja Nugraha. Sebuah penghargaan tertinggi dalam bidang pendidikan. Penghargaan itu dipandang sangat bergengsi karena Bupati Solok merupakan satu-satunya kepala daerah dari Provinsi Sumatra Barat yang datang dalam Peringatan HUT PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional 2017 di Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Adapun makna seorang guru di mata Bupati Gusmal, yakni jika tidak ada guru, ia tidak akan pernah menjadi Bupati. Guru harus dihormati meskipun guru itu tidak ingat lagi dengan kita. “Guru bagi saya adalah sebuah tempat bersandar, tempat berguru dan juga tempat bertanya,” sebut Bupati.

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada semua guru, baik gurunya waktu kecil dulu, maupun di perguruan tinggi, yang mana telah mengantarkannya menjadi Bupati Solok. “Ucapan terima kasih juga kepada seluruh guru di Republik Indonesia yang sejatinya memulai dari selembar kertas putih, sehingga kita menjadi orang-orang yang pintar dan saya menyampaikan apresiasi setinggi-setingginya kepada seluruh guru di Sumatra Barat khusunya Kabupaten Solok,” paparnya.

Disebutkannya, di tengah pandemi, perubahan yang sangat drastis memang tidak mudah. Guru-guru dipaksa beradaptasi dengan cepat beralih menggunakan teknologi, mengubah metode belajar, bekerja sekuat tenaga agar anak-anak bisa tetap belajar dengan baik. Keterbatasan tersebut menurutnya harus diatasi dengan kreativitas, membuat siswa antusias belajar dan memotivasi siswa menjadi pembelajar yang mandiri. (wan)

Next Post

IKP Pilkada 2020: Kabupaten Agam Rawan Tinggi, Bawaslu Agam Maksimalkan Pencegahan

Rab Des 2 , 2020
Pada Februari 2020, Bawaslu RI menerbitkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Sebanyak 261 kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada 2020, Kabupaten Agam berada pada peringkat 29 paling rawan secara nasional. Di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Kabupaten Agam menjadi kabupaten paling rawan nomor 2 setelah Kabupaten Sijunjung. Angka IKP […]