Polda Sumbar Ungkap Praktik Penambangan dan Pembalakan Liar, 10 Tersangka Diamankan di Solsel, Pasbar, dan Dharmasraya

PADANG, KP – Polda Sumbar mengamankan delapan tersangka penambangan ilegal dari dua lokasi, yakni di Kabupaten Solok Selatandan Kabupaten Pasaman Barat.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setiantomengatakandi Solok Selatan, petugas menangkap dua orang penambang ilegal pasir dan kerikil di aliran Sungai Batang Suliti di Jorong Bulian Sawah Tau, Kenagarian Persiapan Balun Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. Kedua tersangka berinisial S dan R.
Sementara di Kabupaten Pasaman Baratpetugas menggerebek enam penambang ilegal pasir dan kerikil di aliran Muaro Kiawai Jorong Kartini, Kecamatan Gunung Tuleh. Keenam tersangka berinisial MR, M, AJU, IN, MET, dan EKA.
“Petugas menyita truk, alat berat dan barang bukti lainnya. Pengungkapan praktik tambang ilegal itu, setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat,” ujar Kombes Pol Satake dalam pers relis di Mapolda Sumbar, Selasa lalu (8/12). Turut hadir Dirreskrimsus Polda Sumbar AKBP Joko Sadono, Kasubbid Penmas AKBP Arlena Wati, dan Kasubdit Ditreskrimsus Kompol Arie Sulistio Nugroho.
Para tersangka dijerat Pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidanadengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

ILEGAL LOGGING DI DHARMASRAYA

Pada kesempatan itu, Polda Sumbar juga mengungkap praktik ilegal logging (perdagangan kayu ilegal) yang terjadi di Kabupaten Dharmasraya.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setiantomenyebutdalam operasi tersebut pihaknya mengamankan barang bukti tiga batang kayu log (kayu bulat) jenis Meranti.
“Diamankan di kawasan PT BRM, Nagari IV Koto Nan Dibawuah, Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya pada 10 November 2020 silam,” kata Kombes Pol Satake Bayu.
Dikatakan, kayu yang disita petugas itu karena pemiliknya tidak mengantongi dokumen sah, seperti Surat Kerangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) atau surat izin membawa kayu dari instansi yang berwenang.
“Pelaku tidak mengantongi izin membawa kayu atau surat keterangan lainnya,” ujarnya.
Dalam operasi itupolisi mengamankan M alias E (42 tahun), warga Nagari Silago, Dharmasraya dan Y (28 tahun) warga Nagari Silago Dharmasraya.
Kombes Pol Satake menerangkan, praktik ilegal logging itu terungkap setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat setempatbahwa ada kegiatan penebangan kayu secara ilegal di kawasan IX Koto Kabupaten Dharmasraya.Setelah mendapat informasi, beberapa personel Ditreskrimsus Polda mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Setelah beberapa hari di sana, ternyata ditemukan dua truk membawa kayu ilegal.
“Ketika diperiksa, sopir pembawa kayu tidak mengantongi izin atau dokumen sah kepemilikan kayu. Karena tidak mengantongi izin, sopir tersebut diamankan untuk pemeriksaan,” ujarnya.
Hingga kinipihaknya masih mengembangkan kasus tersebut, termasuk memastikan apakah kayu diambil dari hutan produksi atau hutan lindung. Selain itu, petugas juga mengusut jaringan praktik ilegal logging itu.
“Polda Sumbar tidak akan pandang bulu dalam upaya penegakan hukum terhadap tindak kejahatan ilegal logging, siapapun pelakunya pasti ditindak tegas,” pungkasnya.(tns)

Next Post

Nenek dan Tante Aniaya Bocah Berusia 7 Tahun

Rab Des 9 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Polisi menangkap dua orang wanita pelaku kekerasan […]