Polisi Tembak Mati Enam Pengawal HRS

JAKARTA, KP – Enam orang laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) ditembak mati aparat kepolisian di Jalan Tol Jakarta – Cikampek, Senin dinihari (7/12). Laskar FPI yang ditembak mati itu adalah M. Reza (20 tahun), Lutfhil Hakim (24 tahun), Akhmad Sofyan (26 tahun), dan M. Suci Khadavi (21 tahun). Sementara 2 orang lainnya masih belum teridentifikasi.
Sementara, ada pula empat orang laskar yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi. Kempat orang yang DPO tersebut merupakan bagian dari 10 orang laskar khusus simpatisan HRS yang diduga melakukan penyerangan terhadap anggota polisi di KM 50 Jakarta – Cikampek. Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk membantu Polda Metro Jaya mengejar empat orang yang masuk DPO tersebut.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran saat jumpa pers, Senin siang (7/12), mengatakan polisi sebelumnya menembak mati enam orang yang diduga merupakan laskar khusus simpatisan Habib Rizieq. Mereka ditembak lantaran melakukan penyerangan terhadap anggota polisi. Laskar juga diklaim menembaki mobil polisi.
Dalam kasus ini polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat melakukan penyerangan. Barang bukti tersebut yakni berupa senjata api hingga senjata tajam. Saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, beberapa barang bukti yang ditujukan di antaranya dua senjata api, peluru, samurai, dan celurit.
“Asli ini (senjata api) ada tiga yang sudah ditembakkan. Hasil awal kelompok yang menyerang ini diidentifikasi adalah laskar khusus yang selama ini menghalang-halangi penyidikan,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.
Peristiwa penyerangan ini berawal ketika anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq di Polda Metro Jaya, Senin pagi (7/12). Selanjutnya, mereka melakukan penyelidikan dan mengikuti kelompok yang diduga simpatisan Rizieq hingga ke KM 50 Tol Jakarta – Cikampek. Tiba-tiba, sekitar pukul 00.30 WIB dua kendaraan yang ditumpangi oleh kelompok simpatisan Rizieq itu memepet kendaraan milik anggota polisi. Bahkan, mereka disebut sempat melepas tiga kali tembakan ke arah kendaraan yang ditumpangi enam anggota polisi.
“Untuk kerugian petugas berupa kerugian materil yaitu kerusakan kendaraan karena ditabrak dan adanya bekas tembakan pelaku,” beber Fadil.
Dalam peristiwa penyerangan itu sebanyak enam laskar khusus simpatisan HRS tewas tertembak. Sedangkan empat lainnya berhasil melarikan diri.
“Melakukan tindakan tegas terukur yang mengakibatkan enam orang penyerang meninggal dunia dan empat melarikan diri,” kata Fadil.

PERNYATAAN FPI

Front Pembela Islam (FPI) meminta Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) membuat tim pencari fakta independen untuk membongkar kasus penembakan 6 anggotanya di KM 50 Tol Cikampek arah Karawang Timur.
“Kita meminta DPR membuat tim pencari fakta independen. Hal itu untuk meminimalisir kebohongan-kebohongan dalam kasus ini,” kata Ketua DPP FPI Ahmad Sobri Lubis kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/12).
Menurut dia, anggotanya tidak mungkin melakukan penyerangan terhadap polisi menggunakan senjata tajam dan senjata api (senpi). Namun, menurut dia, semua itu tetap harus dibuktikan.
“Tidak benar itu. Tapi harus tetap dibuktikan secara terstruktur,” katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Umum FPI, Munarman menegaskan Habib Rizieq Shihab beserta rombongan mengarah ke luar Jakarta saat terjadi insiden yang berujung tewasnya enam orang anggota Laskar Pembela Islam (LPI).
Munarman mengatakan, Habib Rizieq mulanya beristirahat di Megamendung lalu pindah ke Sentul, Kabupaten Bogor. Lalu pada Minggu malam (6/12) Habib Rizieq meninggalkan Sentul menuju tempat pengajian ke rumah keluarga di luar Jakarta. Rombongan berangkat dengan empat mobil keluarga. Di dalam mobil ada istri HRS, anak, dan menantu, serta cucu.
“Dua orang masih bayi, tiga orang balita. Jadi di rombongan Habib Rizieq itu ada bayi dan balita. Jadi ini adalah perjalanan keluarga biasa,” ucap Munarman.
Ia menuturkan, Habib Rizieq dikawal oleh empat mobil. Lalu di tengah perjalanan keluar Jakarta, rombongan diadang. Ternyata, rombongan Habib Rizieq sudah diikuti sejak keluar Tol Sentul. Mobil pengawal Habib Rizieq langsung bereaksi dan di situlah terjadi gesekan.
Dia mengklaim tidak ada tembak-menembak. Pasalnya, anggota Laskar FPI tidak memiliki atau tidak dibekali senjata api. “Laskar kami tidak pernah dibekali dengan senjata api. Coba dicek nomor register senjata apinya, pelurunya itu semua tercatat. Cek saja. Silakan dicek. Kami tidak punya akses terhadap senjata api dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap,” tegas Munarman. (cnn/kcm)

Next Post

Kebakaran di Padangpariaman, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Sen Des 7 , 2020
PADANGPARIAMAN, KP – Kebakaran terjadi di dua lokasi di Padangpariaman pada waktu dan hari berbeda. Kebakaran pertama terjadi Minggu malam (6/12) sekira pukul 21.05 WIB, di Pasa Basung Korong Sungai Janiah, Nagari Sikucur, KecamatanV Koto Kampung Dalam.Pada peristiwa ini empat rumah warga terbakar, dua di antaranya ludes jadi abu yaitu […]