Polisi Ungkap Misteri Penemuan Mayat di Pendakian Wowo

BUKITTINGGI, KP – Misteri penyebab kematian mayat tanpa identitas yang ditemukan pada Jumat (6/11) lalu di TPR lantai III pendakian Wowo Kota Bukittinggi menemui titik terang.

Hal itu diungkapkan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara didampingi Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution saat pelaksanaan apel pagi, Kamis (3/12) di halaman Mapolres Bukittinggi.

”Benar, Satuan Reskrim Polres Bukittinggi telah berhasil mengungkap kasus kematian mayat tanpa identitas yang ditemukan di lantai III TPR Pendakian Wowo dan kita telah mengamankan 1 orang yang diduga pelakunya,” ungkap Kapolres AKP Chairul Amri Nasution.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution menjelaskan, dari hasil identifikasi awal yang dilakukan tim inafisdi TKP serta dari hasil otopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara Polda Sumbar, ditemukan tanda kekerasan benda tajam pada dada yang menjadi penyebab kematian korban.

Dari hasil otopsi tersebut, Tim Opsnal melakukan penyelidikan untuk mencari indentitas serta penyebab kematian korban. Awalnya Tim Opsnal mendapatkan indentitas korban dari hasil koordinasi dengan Polsek Aek Kualah Hulu Polres Labu an Batu, Polda Sumut.

“Dan diketahui jika korban bernamaDwangkara Wirayuda (13 Tahun) warga Aek Kanopan Kabupaten Labuan Batu, Provinsi Sumatra Utara yang kesehariannya bekerja sebagai pengamen jalanan di Kota Bukittinggi,” ungkapnya.

Dikatakan AKP Chairul Amri, dari hasil olah TKP dan alat bukti serta keterangan saksi yang sempat diancampelaku akan dibunuh apabila kembali ke Bukittinggi, maka pihak Polres Bukittinggi berkoordinasi dengan Polresta Deli Serdang dan saksi langsung dijemput ke Deli Serdang. Dari keterangan saksi itulah penyelidikan mengarah kepada laki-laki berinisial DS (27 Tahun) warga Tarok Dipo Kota Bukittinggi. 

Setelah pelaku DS diamankan pada Rabu (2/12) lalu dan dilakukan pemeriksaan awal serta gelar perkara, maka DS ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap anak yang menyebabkan matinya anak karena korban masih di bawah umur.

“Saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap 1 tersangka lainnya yang ikut serta melakukan kekerasan terhadap korban yang mana indentitas yang sudah kita kantongi,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan itu kata dia, DS sendiri berperan melakukan penusukan terhadap korban menggunakan benda tajam jenis pisau lipat. Sedangkan untuk motif pelaku, DS melakukan kekerasan karena tidak terima disindir korban yang mana pelaku pada saat itu sedang dalam pengaruh minuman keras tradisional jenis tuak.

“Untuk pasal yang kita terapkan terhadap pelaku adalah Pasal 80 ayat 3 jo 76 C UU no 35 tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara,” tukas AKP Chairul Amri. (oki)

Next Post

Bus Family Raya Kecelakaan di Sitinjau Laut

Kam Des 3 , 2020
PADANG, KP – Bus Family Raya mengalami kecelakaan di Jalur […]