Problema Embung di Batang Namang

MEMPRIHATINKAN kondisi embung Batang Namang yang terdapat di Jorong Sungai Pinago Limbanang, Kabupaten Limapuluh Kota. Tampak dalam foto utama KORAN PADANG terbitan Rabu (2/12), sampah menumpukdi dalam embung tersebut. Pohon kayu hanyut tersekat di bangunan embun itu. Namun yang tak kalah menariknya, pematang sawah di sekitar embung itu lebih rendah dari bangunan embung tersebut. Semua problema yang menimpa embung itu sudah dilaporkan pada lembaga pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota c/q Dinas PUPR setempat.

Embung sengaja dibangun di banyak tempat di Indonesia untuk menormalisasi persawahan penduduk yang sebelumnya tak mencukupi pengairannya. Tujuannya untuk mensejahterakan petani. Namun cenderung di negeri ini terkadang infrastruktur yang telah dibangun kurang perawatannya. Misalnya saja rerumputan dan semak belukar yang memenuhi embung tersebut dibiarkan saja. Pohon kayu mati membelintang seakan jadi tontonan saja.

Beragam problema yang merugikan petani ini sangat pantas dicarikan solusinya melalui musyawarah mufakat yang saling menguntungkan dan terjauh dari emosi yang tak diinginkan

Silahkan saja pemerintahan jorong atau nagari membuat laporan tentang persoalan embung itu, namun petani atau pemilik sawah tentu pantas pula memperlihatkan partisipasi aktifnya dalam memelihara embung itu secara rutin dan berkelanjutan.

Terbinanya hubungan baik antara petani, pemilik sawah, pemerintahan jorong dan nagari dalam memelihara hasil pembangunan di pedesaan jelas sangat dibutuhkan, termasuk dalam mengtasi problema embung di Batang Namang ini. Disini pulalah peran ninik mamak bersama anak kemenakan untuk urun rembuk mengatasi problema yang menimpa suku dan kampung. Membersihkan embung Batang Namang itu mungkin hanya butuh sekitar dua jam saja masyarakat bergotong-royong. Sementara, beton embung yang lebih tinggi dari pematang sawah sepertinya butuh turun tangan pemerintah melalui instansi terkait. *

Next Post

DPRD Sumbar: Pengelolaan APBD 2021 Mesti Merujuk pada Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah

Rab Des 2 , 2020
PADANG,KP- DPRDSumbarmeminta pengelolaanAnggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021 mesti merujuk pada percepatan pembangunan ekonomi daerah.Ketua DPRD Sumbar Supardi saat ditemui KORAN PADANG, Rabu (2/11) mengatakanpada postur APBD 2021 yang disahkan baru-baru inibelanja operasional daerah lebih besar dari belanja modal. Hal tersebut menjadi perhatian DPRD Sumbar karena belanja modaldiperuntukan untuk meningkatkan […]