SEKOLAH TATAP MUKA BELUM DIMULAI, Kadis Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota Pantau Ujian Sekolah di Masa Pandemi

LIMAPULUH KOTA, KP – Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Dinas Pendidikan belum memulai Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka di sekolah, meski di daerah tetangga Kota Payakumbuh telah memulai PBM sejak dua pekan lalu.

Meski belum memulai PBM tatap muka, namun ujian atau ulangan dalam penilaian akhir Semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 di daerah itu terpaksa digelar dengan sejumlah alasan. Meski melaksanakan ujian secara tatap muka, Dinas Pendidikan meminta sekolah untuk mengetatkan Protokol Kesehatan secara ketat, baik bagi peserta didik maupun guru. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penambahan kasus baru positif Covid-19 dari kluster sekolah. Sehingga Proses Belajar Mengajar tatap muka yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun depan bisa terlaksana.

“Sejauh ini Proses Belajar Mengajar masih kita lakukan dengan jarak jauh karena masih berada di zona orange. Namun sekarang anak-anak kita melaksanakan ujian semester. Jika dilaksanakan secara daring terdapat sejumlah kendala, maka ada beberapa sekolah yang menggunakan potokol kesehatan melaksanakan ujian ini dengan tatap muka,” sebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, Indrawati didampingi Korwil Kecamatan Harau, Syofyan Efendi saat memantau pelaksanan Ujian di SD N 01 Koto Harau, Sabtu pagi (5/12).

Indrawati menyebutkan, sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota telah siap melaksanakan PBM tatap muka yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun depan. Kesiapan sekolah untuk mengikuti PBM tatap muka terlihat dengan banyaknya tempat cuci tangan serta berbagai hal terkait protokol kesehatan.

“Sekolah kita di Kabupaten Limapuluh Kota telah siap melaksanakan PBM tatap muka yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun depan. Kita terus mengingatkan guru, peserta didik dan orang tua untuk selalu mematuhi protokol kesehatan,” tutupnya.

Sementara itu Kepala SDN 01 Koto Tuo Harau melalui salah seorang guru, Erma Suryani menyebutkan, ujian semester dilaksanakan dengan cara tatap muka karena terdapat sejumlah kendala jika dilaksanakan secara daring. Sebab masih ada orang tua murid yang tidak memiliki handphone.

“Jika ujian semester ini tidak digelar dengan tatap muka, kita mengalami sejumlah kendala. Sebab masih ada orang tua murid kita yang tidak memiliki handphone. Meski melaksanakan ujian dengan tatap muka, namun kami mengetatkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Disebutkannya, selain mengetatkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan, jaga jarak serta wajib penggunaan masker, pihak sekolah juga membatasi jumlah anak atau murid dalam tiap sesi pelaksanaan ujian. “Kita laksanakan ujian dengan mengetatkan pelaksanaan protokol kesehatan. Jumlah murid juga kita batasi tiap kelasnya,” pungkasnya. (dst)

Next Post

Erwin Yunaz: Gelar Sarjana Tidak Lagi Jadi Tolak Ukur

Ming Des 6 , 2020
PAYAKUMBUH,KP- Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz menyebut, di zaman saat […]