Selamat untuk Bupati Baru Limapuluh Kota

PANTAS rasanya warga Limapuluh Kota bersyukur dengan suksesnya pilkada memilih bupati baru. Sebagai ‘urang pek eten’ kita pantas berucap ‘biduak lalu kiambang bertaut’. Tak perlu ada yang kecewa. Bagaimanapun, bupati pilihan rakyat diharapkan mampu bekerja maksimal membangun perkampungan ‘Gonjong Limo’ lebih baik lagi.

Kepada calon yang belum beruntung memenuhi kehendak rakyat, boleh jadi ini adalah kesempatan yang tertunda. Tak perlu pesimis. Anggaplah sebagai pelajaran berharga. Ada hikmah di balik usaha yang belum tercapai tersebut. Sangat sulit terjadi, dimanapun, kehendak itu berhasil sekali jadi. Bisa dibuktikan dengan keberhasilan tokoh lain. Ada yang diawali dengan mengabdi sebagai garim, guru ngaji, ustaz, aktivis mahasiswa, berlanjut jadi wakil walikota, terus jadi walikota dan terus naikjadi gubernur, Insya Allah. Buya Mahyeldi Ansharullah. Luar biasa karir beliau.

Kesuksesan Mahyeldi layak dijadikan tolok ukur saat ini dalam karier perpolitikan di Sumbar. Beliau benar-benar naik dari jenjang terbawah. Mendengar kisahnya yang beredar, sungguh luar biasa. Tak terasa air mata menetes. Pernah bermukim di Dumai semasa remaja mengikuti nasib orangtua mencari nafkah. Ternyata tempaan kehidupanmembuat Mahyeldi bertekad terus meraih sukses. Bahkan mengembala kerbau di kampungnya, Gadut, Agam juga dikerjakannya semasa remaja.

Kisah itu pantas jadi renungan bagi kita. Termasuk yang belum beruntung dalam pilkada, agar tak mudah menyerah dan terus bertekad mencapai sukses.

Kembali ke Limapuluh Kota, diakui mereka yang tampil dalam pilkada rata-rata adalah tokoh yang sudah mengabdi dalam banyak kegiatan di kampung halaman. Bahkan, diantara empat calon, tiga diantaranya sudah hitungan puluhan tahun. Kecuali Muhammad Rahmad, tokoh muda yang selama ini berkecimpung di gelanggang nasional. Bahkan jadi kebanggaan Presiden SBY dulunya. Kini Rahmad makin mandiri, mencoba peruntungan dalam pilkada Limapuluh Kota. Namun nasib tampaknya belum beruntung. Meski demikian, Rahmad juga pantas bersyukur. Pencintanya banyak. Untuk itu, jadikan hasil pilkada ini sebagai sebuah ‘sukses yang tertunda’. Perlu jadi renungan bahwa mencapai puncak itu memang harus dari bawah. *

Next Post

Terlibat Curanmor, Dua Residivis Ditembak

Ming Des 13 , 2020
SIJUNJUNG, KP – Polres Sijunjung menciduk dua residivis pelaku pencurian […]