Tanggung BPJS Pekerja Sektor Informal, Wako Fadly Diapresiasi

PADANGPANJANG, KP – Komitmen Walikota Padangpanjang H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano bersama BPJS Ketenagakerjaan begitu nyata dirasakan Ernawati (59 tahun). Istri ahli waris pekerja kapur, Anwar itu, menerima santunan kematian sebesar Rp 42 juta, setelah suaminya meninggal selang tiga bulan diikutsertakan dalam asuransi itu pada September lalu. 

Di samping itu sebanyak 1.500 pekerja sektor informal seperti tukang ojek, pekerja kapur, pedagang asongan dan petani, disertakan dalam asuransi tersebut. Ribuan pekerja disubsidi hingga tiga bulan terakhir dengan iuran Rp 16.800 oleh Pemko, termasuk Anwar. 

“Terimakasih atas perhatian Pak Wali bersama BPJS. Kehadiran pemerintah nyata kami rasakan,” ungkap Ernawati dengan suara yang sedikit serak menahan haru, saat ibu 6 orang anak itu didampingi Afrizal Kanon pengusaha pondok kapur, pada penyerahan santunan secara simbolis, Selasa (15/12) di Balaikota.

Sementara Putri Dalni (41 tahun), istri almarhum Syamsurizal (tukang ojek pangkalan) juga menerima santunan BPJS ketenagakerjaan lantaran keikutsertaannya. Santunan tersebut turut meringankan bebannya yang kini harus menghidupi kedua anaknya seorang diri. “Almarhum berpulang hanya beberapa saat, ketika dirinya istirahat di pangkalan,” katanya.

Sedangkan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbar-Riau-Kepri, Pepen S Almas, mengapresiasi kepedulian Wako Fadly terhadap masyarakatnya. Katanya, tidak semua kepala daerah memiliki komitmen seperti itu. “Kami sangat mengapresiasi komitmen Walikota mengikutsertakan para pekerja bukan penerima upah dan sektor informal ke dalam BPJS Ketenagakerjaan. Semoga ini menjadi amal ibadah untuk kita semua,” ujarnya.

Sementara itu Walikota Padangpanjang Fadly Amran menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya suami dari Ernawati dan Putri Dalni. Wako berharap keluarga yang ditinggalkan tabah dan sabar. Di samping itu, dia mengajak para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sebelumnya disubsidi Pemko agar dapat melanjutkan iuran tersebut. “Melihat manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan setelah masyarakat diberi subsidi, bisa meneruskan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan. Tidak mahal, hanya Rp. 16.800 per bulannya,” sebutnya.

Pemko Padangpanjang sebutnya, berencana menambah keikutsertaan masyarakat dalam asusransi itu. “Kita berencana akan kembali menjalankan program ini dengan mengikutsertakan masyarakat, terutama di sektor informal ke dalam BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya. 

Selain itu turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas PMPTSP Ewa Soska, Kepala BPJS Cabang Bukittinggi, Ocki Olivia dan pejabat terkait lainnya. (sup)

Next Post

Replika Empat Bapak Bangsa Memunculkan Kenangan Haru

Rab Des 16 , 2020
ANGGOTA DPR RI Fadlizon berhasil membangun sebuah kawasan ‘bersejarah’ yang pantas dikunjungi berlokasi diantara lembah dua gunung Merapi – Singgalang, persisnya di Aia Angek Kotobaru, Kabupaten Tanahdatar. Dengan kawasan sejuk dengan pemandangan begitu indah, Fadlizon berupaya menggugah pendatang untuk menikmati beragam kiprah tokoh bangsa melalui foto-foto yang menggugah dan pantas […]