TERKAIT SELEKSI PENERIMAAN KASI, Puluhan Warga Berunjuk Rasa di Kantor Desa Tungkal Selatan

PARIAMAN, KP – Puluhan Warga Desa Tungkal Selatan lakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Senin pagi (14/12).Salah seorang peserta aksi, Fauzan (35 tahun) mengatakan, aksi yang mereka lakukan yakni menuntut hasil penerimaan perangkat Kepala Seksi (Kasi) pelayanan dan pemerintahan di desa itu.

“Kami menduga adanya kecurangan saat seleksi, informasi ini disampaikan adik-adik kami yang merupakan warga Tungkal Selatan dan mengikuti seleksi,” sebutnya.

Dikatakannya, pada saat tes komputer, aplikasi yang digunakan peserta warga Tungkal Selatan diserang virus. Sedangkan peserta seleksi yang diterima dan bukan warga setempat tidak mengalami permasalahan, sehingga dapat menjalankan tes dengan lancar.

Permasalahan tersebut kata dia, telah disampaikan peserta kepada panitia seleksi (Pansel) saat tes komputer, namun tidak membuahkan hasil. “Kami sudah menyampaikan hal ini kepada kepala desa dan ia berjanji menindaklanjutinya, namun ternyata hasil seleksi sudah keluar,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk menentang hasil seleksi tersebut warga di daerah itu merencanakan aksi unjuk rasa ke kantor desa setempat pada Senin sekitar pukul 10.00 WIB. Namun dibatalkan karena adanya mediasi yang dilakukan Polsek Pariaman. “Hasil mediasi dengan Kapolsek Pariaman tadi yaitu akan dilakukan pertemuan kembali antara pihak warga dengan Pansel dan kepala desa. Namun jika tuntutan warga tidak ditindaklanjuti, maka pihaknya akan melanjutkan aksi yang dibatalkan pada hari ini,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Desa Tungkal Selatan, Rahayadi Ningrat mengatakan, pihaknya melaksanakan penerimaan Kasi Pelayanan dan Kasi Pemerintahan yang sifatnya terbuka atau dapat diikuti warga di luar desa. “Hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018 tentang Perangkat Desa,” sebutnya.

Dijelaskannya, penerimaan Kasi tersebut melibatkan Pansel tingkat Kota Pariaman. “Dalam pelaksanaannya tes seleksi untuk tahap pertama dilaksanakan oleh desa yang soalnya berasal dari Pansel tingkat kota. Untuk seleksi berikutnya, dilaksanakan tes komputer yang diselenggarakan Pansel tingkat kota,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, dari dua penerimaan perangkat desa itu, penerimaan Kasi Pemerintahan tidak bermasalah, namun untuk penerimaan Kasi Pelayanan terjadi permasalahan. “Kita telah meminta warga yang tidak menerima hasil tersebut untuk membuat surat yang ditujukan kepada panitia seleksi (Pansel) tingkat kota. Dan persoalan ini telah diketahui, rencananya besok kami akan melaksanakan pertemuan antara warga dengan Pansel guna menyelesaikan permasalahan,” ulasnya.

Sedangkan Plt. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Pariaman, Afwandi mengatakan, pihaknya menilai penerimaan Kasi tersebut telah sesuai dengan aturan yang ada. “Tesnya terbuka dan transparan, malahan hasilnya keluar setelah satu jam tes dilaksanakan. Jadi tidak ada permainan,” tambahnya.

Afwandi menjelaskan, tidak ada Pansel tingkat kota untuk penerimaan perangkat desa, namun mungkin yang dimaksud kepala desa yaitu pihak dinas tersebut untuk membantu pelaksanaan penerimaan perangkat desa agar sesuai dengan aturan. “Lagi pula sebagaimana aturan yang ada, tidak ada larangan orang di luar desa setempat mengikuti seleksi penerimaan Kasi yang ditempatkan di kantor desa,” tutupnya. (war)

Next Post

Disparpora Bukittinggi Sosialisasikan Pedoman Penerapan CSHE

Sen Des 14 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda […]