TINJAU PEMBANGUNAN RSUD BUKITTINGGI, Wako Ramlan: Insya Allah, Desember Ini Diresmikan

BUKITTINGGI, KP – Hari kedua masuk kerja pasca cuti kampanye pilkada, Walikota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias meninjau pembangunan RSUD Bukittinggi bersama Sekda H. Yuen Karnova, Asisten dan beberapa Kepala Dinas terkait, Senin (7/12). Pembangunan RSUD Kota Bukittinggi tersebut merupakan salah satu mega proyek di Bukittinggi yang sudah hampir selesai. Di mana progres pelaksanaan secara keseluruhan sudah mencapai angka 99 persen. Di target, 10 Desember mendatang, pekerjaan RSUD selesai dilaksanakan.

Walikota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias pada kesempatan itu menjelaskan, RSUD Bukittinggi dibangun sejak 2018 lalu dengan anggaran Rp 102 miliar lebih. Memasuki awal Desember, progres pelaksanaan mencapai angka 99 persen. “Alhamdulillah pembangunannya sangat baik sekali. Luar biasa dan kami di Pemko sangat puas dengan hasil kerjanya,” ungkap Wako Ramlan.

Untuk alat kesehatan (alkes)nya kata dia, juga sudah ada di RSUD, telah dipasang. Pengadaan alat kesehatan juga sesuai dengan e-catalog dan e-purchasing. “Jadi tidak bisa main-main, kita semua terbuka dan transparan. Kita anggarkan Rp 34 miliar untuk alkes. Alat-alat yang kita pesan memang modern. Ada juga alat sterilisasi dari Belanda. Tiga alatnya saja biaya Rp 3 miliar lebih. Kita memang berikan yang terbaik,” terangnya.

Disebutkannya, RSUD Bukittinggi terdiri dari enam lantai dengan 100 tempat tidur, tujuh poli. RSUD itu juga memiliki ruang operasi gawat darurat dan ruang operasi sentral. Perencanaan dari awal, sarana prasarana untuk RSUD harus maksimal dan alat yang canggih serta modern. 

“Jadi InsyaAllah Desember 2020 ini kita resmikan. Nanti kita akan upayakan. Informasi harus kita sampaikan juga, peserta BPJS yang dibayarkan pemerintah baik APBD dan APBN, sesuai aturan, wajib mendapat perawatan di kelas 3. Jadi tidak ada isu yang bilang, untuk peserta yang dibayarkan pemerintah bisa naik ke kelas 2 atau 1, itu tidak benar. Melanggar aturan itu namanya. Kecuali yang BPJS mandiri, itu bisa,” tuturnya.

Selain itu, dari RSUD Wako Ramlan beserta rombongan juga meninjau pembangunan baru Puskesmas Mandiangin. Puskesmas yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 3,9 Miliar tersebut bersumberkan dari DAK Kesehatan tahun 2020. Di mana bangunan Puskesmas itu juga rampung tahun ini. (eds)

Next Post

PERINGATI HUT KE-21, DWP Pasaman Tekankan Pemberdayaan Perempuan di Era Digital

Sen Des 7 , 2020
LUBUKSIKAPING, KP – Pengurus Dharma Wanita Persantuan (DWP) Kabupaten Pasaman […]