Tunjukkan Jati Diri, Taman Kota di Bukittinggi Semakin “Eksis”

BUKITTINGGI, KP – Sebagai kota destinasi wisata Sumatra Barat, Bukittinggi terus meningkatkan jadi dirinya. Salah satunya melalui pembenahan dan penambahan taman kota dan taman bermain untuk warga dan pengunjung. Dari pengamatan KORAN PADANG di lapangan, Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi dalam kurun waktu lima tahun belakangan tidak hanya meningkatkan kualitas pembangunan, baik secara fisik maupun non fisik. Namun juga menyulap beberapa area yang selama ini tidak dapat tempat di hati warga dan pengunjung.
Di bawah kepemimpinan Walikota H. Ramlan Nurmatias, tempat-tempat tersebut dibenahi menjadi taman kota dan taman bermain yang nyaman, menarik serta dilengkapi sarana pendukungnya. Misalnya Taman Kota Tugu Pahlawan Tak Dikenal yang sebelumnya sangat menakutkan bagi warga kota dan pengunjung, karena arealnya tidak tertata dan tidak terawat. Sekarang menjadi taman kota yang indah dan nyaman serta menyatu dengan areal Pedesterian Gam Gadang.
Begitu juga dengan Taman Kota Tugu Proklamator Bung Hatta yang berada di samping Istana Bung Hatta (Tri Arga) yang sebelumnya dikelola Pemprov Sumbar. Semenjak dialihkan ke Pemko Bukittinggi, kini Taman Proklamator Bung Hatta itu ramai dikunjungi, baik oleh warga maupun pengunjung. Kemudian Taman Ngarai Maharam di belakang lapangan tenis atas Ngarai yang dulunya tempat pembuangan sampah bagi masyarakat, sekarang menjadi taman bermain keluarga yang nyaman dan selalu ramai setiap hari.
Ada lagi taman DBD di persimpangan RSAM atau Grand Royal Denai Hotel yang dulunya hanya dipagar besi saja, sekarang menjadi taman kota dan taman bermain bagi warga terutama pengunjung RSAM dan Tamu Grand Royal Denai. Selanjutnya Taman Angkatan 66 atau Taman Ahmad Karim di depan Makam Pahlawan Gulai Bancah. Dulunya areal itu kosong dan semak. Sekarang menjadi taman kota dan taman bermain keluarga yang nyaman serta dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukungnya. Seperti wc yang representatif dan musala. Sehingga taman tersebut ramai dikunjungi, terutama pada sore hari.
Berikutnya juga ada Taman Surau Gadang. Dulunya tempat tersebut menjadi pangkalan ojek dan bengkel serta tidak tertata dengan baik. Namun sekarang menjadi taman kota dan taman bermain keluarga yang dilengkapi sarana olahraga. Berikutnya juga ada Taman IPDN yang tidak jauh dari Taman DBD yang dibangun para alumni IPDN, taman pendakian Wowo dan taman kota lainnya, semua itu sangat menambah semarak dan kualitas Kota Bukittinggi sebagai destinasi wisata.
Di samping itu, dampak dari pembenahan taman kota dan taman bermain itu cukup banyak. Tidak hanya ramai dengan pengunjung, namun juga dapat menghidupkan ekonomi masyarakat sekitarnya. Karena di areal taman kota tersebut bermunculan para pedagang asongan. Seperti Taman DBD di Depan RSAM, jika malam hari ada pedagang kopi dan makanan. Begitu juga di taman Ahmad Karim depan Makam Pahlawan, juga sangat ramai dengan pedagang asongan. Artinya, pembenahan taman kota tersebut tidak hanya mempercantik wajah kota dan memanjakan pengunjung. Melainkan juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya.
Ke depannya menurut H. Ramlan Nurmatias, Pemerintah Kota Bukittinggi akan membuat Taman Lansia. Di mana akan diciptakan sebuah taman yang diperuntukkan bagi para lansia. “Dan Taman Lansia itu dilengkapi sarana dan prasarana yang lengkap sesuai kebutuhan para lansia. Sehingga nantinya Taman lansia itu dapat menjadi tempat pertemuan para lansia dengan teman lamanya untuk bernostalgia,” ujar Ramlan Nurmatias. (eds)

Next Post

TERAPKAN PROTOKOL COVID-19, Pemilih Dilarang Bawa Anak di Bawah Umur ke TPS

Ming Des 6 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Seluruh warga Kota Bukittinggi yang memiliki hak […]