Yayasan Pondok Tahfidz Darul Quran ICR Jalin Kerjasama dengan Yayasan Markaz Maher Quran

LUBUKSIKAPING, KP – Dalam rangka menyatukan program tahfidz sekaligus melahirkan santri yang hafal Al Quran (Tahfiz 30 Juz) sesuai kaidah Al Quran. Pendiri Yayasan Pondok Tahfidz Darul Quran Islamic Centre Rao (ICR) Nagari Tarung-tarung Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman, H. Idra Ahmad jalin kerjasama dengan Yayasan Markaz Maher Quran Syekh Ali Jaber, di Hotel Swiss In Kota Batam, Minggu (8/11). Dengan kerjasama tersebut para santri ICR Pasaman diharapkan bisa mendapat ijazah imam besar Masjidil Harom di Mekkah/Madinah nantinya. 

“Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, kita sebagai pendiri sekaligus pembina Pondok Tahfidz Darul Quran Islamic Centre Rao (ICR) telah melangsungkan kerjasama dengan Pembina Yayasan Pendidikan Markas Maher Quran, Syekh Ali Jaber. Kerjasama ini, ditandai dengan penandatanganan Prasasti,” ujar H. Indra Ahmad didampingi Bendahara Pondok ICR, Ustadz Abdul Gafar di Lubuksikaping, Minggu (6/12).

Indra mengatakan, kerjasama yang dilakukan yakni bagi santri ICR yang telah hafal 30 Juz Al Quran, maka mereka akan dikirim ke Yayasan Pendidikan Markaz Maher Qur’an, Syekh Ali Jaber di Jalan Jatinegara Barat No 169 kelurahan Beli Mester Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. “Sesampai di Yayasan itu, santri yang telah hafal 30 juz kembali mengikuti pelatihan Al-Quran dan pelatihan keilmuan lainnya yang diajarkan sejumlah pengajar berkompeten di bidangnya. Baik dari Timur Tengah maupun Indonesia. Sehingga santri kita benar-benar mahir dan fasih akan hafalan Al-Quran, mulai dari memperbaiki bacaan (tahsin) sampai pada pembelajaran mutqin dalam membaca Al-Quran serta mampu mengajarkannya,” terangnya. 

Selanjutnya kata dia, setelah santri benar-benar fasih hafalan Al-Quran 30 juz sesuai kaidah Al-Quran, maka Syekh Ali Jaber akan membawa santri kita ke Mekkah/Madinah. Dalam keberangkatannya nanti, mereka akan dibiayai Syekh Ali Jaber. “Di Mekkah/Madinah, para santri akan dites lagi oleh Imam Besar Masjidil Harom. Setelah mereka dinyatakan lolos ujian, barulah santri itu mendapatkan sanad/ijazah dari imam besar Masjidil Harom baik yang di Mekkah/Madinah,” ungkapnya.

Dijelaskannya, jika santri sudah memiliki sanad/ijazah dari Imam Besar Masjidil Harom itu, maka jika suatu saat santri itu pulang ke Rao dan ingin membuka pondok pesantren, maka pihaknya sudah berhak pula mengeluarkan sanad/ijazah bagi santri nantinya. 

H. Indra menerangkan, saat ini jumlah santri ICR Pasaman sebanyak 30 orang berasal dari kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Rata-rata usia mereka setara dengan anak sekolah dasar (SD). Hingga kini kata dia, santri yang sudah bisa menghafal Al-Qur’an sebanyak 19 juz dan paling rendah 3 juz. Yang 3 Juz terlambat karena sewaktu masuk pondok ICR mereka masih perlu memperbaiki bacaan (tahsin) sampai pada pembelajaran mutqin dalam membaca Al-Quran. “Jika tahsinnya sudah benar-benar bagus, barulah mereka masuk ke kelas tahfidz/hafalan Al-Quran,” kata H. Indra lagi. 

Lebih jauh dia menyampaikan, Insya Allah pada Januari 2021 mendatang pihaknya akan membawa Syekh Ali Jaber melaksanakan Safari Dakwah ke Sumatra Barat. “Untuk Pasaman nantinya, kita akan lakukan safari dakwah dengan beliau di satu titik. Apakah di Kecamatan Lubuksikaping ataupun di Kecamatan Rao nantinya,” bebernya. 

Pihaknya berharap dengan adanya kerjasama tersebut ke depan anak-anak di Pasaman khususnya di Kecamatan Rao semakin termotivasi sebagai penghafal Al-Qur’an. “Semoga lahir tahfiz Alquran di Kabupaten Pasaman,” harapnya.

Dikatakannya, hafal Al-Quran adalah suatu keniscayaan, membuat ketenangan dan ketentraman jiwa, serta keselamatan dunia akhirat. “Tidak itu saja, penghafal Al-Quran kelak juga bisa menyelamatkan keluarganya di akhirat,” tuturnya. 

Semula kata H. Indra, Pondok ICR itu bisa dibangun berdasarkan dari perbincangan dalam sebuah grup WA “Keturunen Rao” yang anggota groupnya mayoritas perantau di dalam dan luar negeri. “Awalnya, kita dari keluarga besar pendiri telah menyediakan tanah wakaf. Dengan adanya tanah wakaf dari keluarga, kemudian kita menyampaikan ke teman-teman dan saudara di grup WA Keturunen Rao bahwa kita akan membangun sebuah Pondok Tahfidz Al-Qur’an. Dan Alhamdulillah, usulan kita pun direspon positif di grup WA Keturunen Rao tersebut,” kata dia. 

Untuk diketahui, peletakan batu pertama pembangunan Pondok Tahfidz Darul Quran Islamic Centre Rao (ICR) dilakukan Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis pada 15 Agustus 2017 lalu. Dan peresmiannya dilakukan oleh Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno pada tanggal 23 Februari 2019 lalu. (nst)

Next Post

TP-PKK Sumbar Lakukan Penilaian di Pasaman

Ming Des 6 , 2020
LUBUKSIKAPING, KP – Tim Penilai Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana […]