7 Maret 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Palyuri, Pekerja Sosial Sesungguhnya

LUAR biasa Palyuri. Kisah lelaki tunarungu berusia 65 tahun dari Payakumbuh itu viral berkat beragam media, termasuk KORAN PADANG yang mengekposenya dalam terrbitan Senin (22/2). Palyuri adalah pekerja sosial yang sesungguhnya.

Selama ini Palyuri bermukim di Kotonan Gadang, Payakumbuh. Ia sejatinya pantas disantuniterutama karena merupakan penyandang disabilitas tuna rungu. Namun kenyataan bicara lain. Lelaki bersahaja itu tak menggantungkan harapan pada belas kasihan orang lain. Ia mengumpulkan pundi-pundi rupiah dengan bekerja sebagai pencuci piring di tempat baralek dan juga pekerjaan serabutan lainnya.

Palyuri, belum disuruh dia sudah pergi.Belum dipanggil dia sudah datang.Istimewanya, apapun yang dikerjakan tanpa minta imbalan. Pak Ipal — demikian ia disapa memang manusia langka. Beruntung Koto Nan Gadang Payakumbuh punya pekerja sosial sepertinya.

Meski pekerjaannya yang menonjol sebagai pencuci piring di rumah warga yangmenggelar pesta  atau baralek, namun kesehariannya juga disibukkan membersihkan lingkungan rumah yang kurang bersih.Tanpa diminta, Ipal membersihkan tanpa setahu pemiliknya. Rata-rata rumah warga Koto Nan Gadang tak ada yang jorok lingkungannya.Itu pulalah sebabnya rezekinya melimpah.Tanpa dipatok, warga menghargai jasa Ipal.

Uang yang terkumpul dari pemberian warga yang benar-benar halal tersebut tampaknya mulai jadi pemikirannya.Maklum keadaan sekarang serba susah karena pandemi corona. Ipalpun membawa uang simpanannya yang dikumpulkan bertahun-tahun ke salah satu bank di Payakumbuh. Jumlahnya puluhan juta rupiah yang semuanya merupakan uang recehan, mulai dari Rp100 hingga lembaran sepuluh ribuan rupiah.

Semoga saja Ipal yang sudah berusia 65 tahun tetapselalu sehat walafiat.Tak usahlah disentuh pula, siapa warisnya. Penulis teringat kenangan setiap pulang kampung bersama istri (alm) Titin Rustinike Koto Nan Gadang. Ipal begitu akrab dengan kami sekeluarga.Pernah suatu ketika Ipal dianiaya dan dirawat di RSU Achmad Muchtar Bukittinggi, kami pun membezuknya.Kini Ipal muncul lagi dengan berita mencengangkan dalam media dan viral.

Pantas kita ambil hikmah dari kehidupan Ipal yang tuna rungu ini.Siapapun dia mampu memunculkan sejarah kehidupan positif yang mengesankan kalau memperlihatkan kerja tanpa pamrih.Ipal sudah membuktikannya. *