1 Maret 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Brankas Koperasi Dibobol, Ratusan Juta Rupiah Raib – Sertifikat Tanah Nasabah Hingga Ijazah Karyawan Ikut Hilang

PADANG, KP – Warga Lubuk Kilangan, Kota Padang menemukan sebuah brankas di kawasan setempat, Senin pagi (22/2). Brankas besi tahan api itu ditemukan dalam kondisi telah rusak. Polisi yang mendapat informasi telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Begitupun Tim INAFIS juga telah melakukan identifikasi.

Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Edriyan Wiguna mengatakan, brankas tersebut ditemukan di tempat pencucian mobil di jalan lintas Padang-Solok. Pintu brakas itu telah dirusak dan brankas itu dalam keadaan kosong. Kuat dugaan brankas tersebut merupakan hasil tindak kejahatan.

“Sekarang brankas tersebut telah diangkut ke Mapolsek Padang Timur,” kata Kompol Edriyan, Selasa (23/2).

Ia mengatakan brankas tersebut dibawa ke Mapolsek Padang Timur karena diduga merupakan hasil kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Mapolsek Padang Timur. Sebab, berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian, brankas itu milik Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang. Koperasi ini berada di Jalan Dr Soetomo, Kecamatan Padang Timur.

Sementara, Manajer Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang, Margono Okta mengakui brankas tersebut sebelumnya dicuri orang. Aksi pencurian itu terjadi pada Minggu lalu (21/2).

“Fix, itu brankas kami. Kami juga cocokkan dengan kunci, 100 persen milik kami,” kata Margono dilansir langgam.id.

Menurutnya, brankas itu diduga dibuka paksa dengan mengunakan las. Hal tersebut terlihat dari kondisi antara pintu brankas dan boks utama telah terpisah.

“Saat ditemukan ada sobekan berkas yang tertinggal, itu milik kami. Hanya itu yang ditemukan. Kami sudah lapor polisi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan brankas itu sebelumnya berisi uang tunai sebanyak Rp256 juta, surat-surat sertifikat tanah milik nasabah, dan empat BPKB sepeda motor dan satu BPBK mobil. Kemudian ijazah seluruh karyawan koperasi dan izin akte notaris.

“Uang itu milik nasabah, setoran,” tuturnya.

Ia menuturkan kronologis pencurian brankas tersebut. Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, pencurian ini terjadi pada Minggu (21/2) sekitar pukul 06.04 WIB saat kantor koperasi tutup. Komplotan pelaku diduga berjumlah empat orang.

“Saya ditelepon sekitar pukul 07.30 WIB oleh karyawan donat madu (toko) sebelah karena kebetulan mereka tidur di toko, diinformasikan bahwa kantor koperasi dibobol maling,” kata Margono Okta.

Saat Margono mendatangi kantornya, ternyata kondisi pintu utama dan dua pintu di dalam telah terbuka. Anehnya barang elektronik lainnya tidak hilang, hanya satu brankas dicuri. Brankas tersebut berada di dalam ruangan Margono.

Dari rekaman CCTV tampak pelaku mengunakan minibus Avanza berwarna hitam. Minibus ini sengaja di parkir di halaman koperasi dengan posisi pintu belakang mobil menghadap ke pintu masuk koperasi. Namun, CCTV yang ada di Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang ternyata tidak berfungsi. Sehingga rekaman pelaku beraksi hanya terekam saat menaikkan brankas ke dalam mobil.

“Di dalam enggak kelihatan. Pas brankas udah keluar, tiga orang mendorong brankas. Baru satu orang lagi turun mobil untuk membantu,” ujarnya.

Margono menduga para pelaku membawa brankas dengan cara didorong. Sebab brankas tersebut memiliki berat sekitar 300 kilogram.

“Bisa dipastikan dari ruangan ini didorong, karena ada keramik pecah juga. Didorong sampai di luar,” tuturnya.

Saat ini kasus pencurian brankas tersebut sedang dalam penanganan pihak kepolisian. (pkt/lgm)