1 Maret 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

KARTU PRAKERJA 2021 RESMI DIBUKA, Satu Keluarga Hanya Boleh Daftar Dua Orang

JAKARTA, KP – Pemerintah resmi membuka pendaftaran peserta Program Kartu Prakerja 2021. Pembukaan pendaftaran yang masuk gelombang 12 ini langsung dilakukan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Program dibuka dengan kuota untuk 600 ribu orang.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, program Kartu Prakerja tahun 2021 saya nyatakan dimulai,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (23/2).

Airlangga menyebut pendaftar program Kartu Prakerja akan dibatasi maksimal dua orang per keluarga mulai tahun ini. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong penerima bantuan dari pemerintah dan mencegah duplikasi penerima bantuan sosial (bansos).

Selain itu, Kartu Prakerja juga tidak bisa diberikan kepada mereka yang menjadi Penerima Bansos Kemensos (DTKS), yang menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU), Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) maupun penerima Kartu Prakerja 2020. Selain itu, Kartu Prakerja tidak dapat diberikan (blacklist) kepada pejabat negara, TNI/Polri, ASN, Anggota DPR/D, BUMN/D, Kepala Desa dan Perangkat Desa, serta pejabat BUMN/BUMD.

Sedangkan persyaratan untuk dapat menerima Kartu Prakerja sama dengan tahun 2020, yaitu WNI, berumur 18 tahun ke atas, dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

“Program ini ditujukan kepada pencari kerja, penganggur, pekerja dan wirausaha. Kami juga mengajak para Pekerja yang dirumahkan atau kehilangan pekerjaan dan para Pelaku Usaha Mikro maupun Kecil l(UMK) yang tutup usaha karena dampak pandemi covid-19 untuk bisa mendaftarkan diri dalam program Kartu Prakerja,” tuturnya,” ujarnya.

Airlangga menjelaskan program Kartu Prakerja selama semester I tahun ini akan tetap menggunakan metode semi bansos. Besaran bantuan pelatihan juga sama yakni sebesar Rp1 juta. Selain itu ada pula insentif pasca pelatihan Rp600 ribu tiap bulannya selama 4 bulan dengan total insentif pasca pelatihan sebesar Rp2,4 juta. Selanjutnya ada insentif survei Rp50 ribu tiap satu kali survey sebanyak 3 kali survei dengan total insentif survei sebesar Rp150 ribu.

Meski demikian belum diketahui kapan pelaksanaan pendaftaran gelombang 12 akan ditutup.

“Gelombang 12 akan dibuka dengan kuota 600 peserta dan total target 2,7 juta penerima pada tahun 2021 dapat didanai dengan anggaran Rp10 triliun,” jelasnya.