1 Maret 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

PT SEML Jelaskan Semburan Uap yang Sempat Hebohkan Warga

PADANGARO, KP – PT Supreme Energy Muara Labuh (SEML) akhirnya menyampaikan penjelasan resmi terkait semburan uap putih yang sempat menghebohkan warga dan videonya viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Site Support Manager PT Supreme Energy Muaralabuh (SEML), Yulnofrins Napilus di Pauh Duo, Senin (22/2), mengatakan peristiwa itu sebenarnya terjadi sudah cukup lama yaitu pada 8 Januari 2021 silam. Menurutnya, semburan uap itu merupakan proses operasi yang normal dan biasa, dan bukan insiden yang tidak diinginkan, apalagi kecelakaan yang dapat menimbulkan kerugian.

“Semburan uap yang keluar adalah mekanisme operasional panas bumi yang normal dan merupakan uap air biasa,” terangnya.

Dalam kegiatan media gathering bersama sejumlah awak media yang turut dihadiri Kapolres Solsel AKBP Tedy Purnanto, Plh. Pabung Kodim 0309 Solok di Solsel Kapten Inf. Suryadi, OPD terkait, camat, dan walinagari tersebut, Yulnofrins mengatakan semburan uap tersebut sesuai dengan skenario desain dimana kelebihan uap dalam sistem dikeluarkan ke udara terbuka melalui cerobong besar di lokasi sumur ML-F agar tidak mengganggu proses yang berjalan ataupun merusak peralatan dan komponen lain akibat kelebihan tekanan uap.

“Uap yang disemburkan saat kejadian merupakan uap air biasa dari proses pengolahan uap geothermal dan tidak mengandung gas beracun yang mudah terbakar,” ujar Nofrin sebagaimana juga yang disampaikan Kepala Teknik Panas BumiPTSEML Wahyu Mulyanadalam keterangan tertulis yang disampaikan sebelumnya.

Hal itu, jelasnya, karena sistem dan proses semburan tersebut memang sengaja dirancang otomatis terjadi dalam kondisi tertentu seperti kelebihan jumlah uapyang perancangannya sudah mempertimbangkan lokasi semburan, yaitu jauh dari keramaian dan lokasi pemukiman, tekanan, dan temperatur semburan. Untuk keperluan tersebut, selain di lokasi ML-F, AFT sebagai tempat keluaran uap otomatis seperti ini dibangun pula di beberapa lokasi lainnya.

“Ringkasnya, semburan otomatis ini memang sengaja dirancang bangun untuk bekerja secara otomatis sebagai pengaman sistem keseluruhan bila terjadi kelebihan jumlah uap yang seharusnya dialirkan ke turbin,” jelasnya.

Hingga saat ini pihaknya mengakui belum mengetahui siapa yang mengambil video yang kemudian viral tersebut. Apakah masyarakat sekitar atau pekerja dari rekanan.

“Pengambilan video tersebut dilakukan tanpa izin dari pihak kamidan area tersebut adalah area terlarang bagi masyarakat,” ujarnya.

Kedepan,lanjutnya, perusahaan bersama pihak terkait akan memperketat keamanan dan sosialisasi ke masyarakat agar tidak mendekati lokasi semburan uap agar tidak terjadi lagi peristiwa berulang yang bisa meresahkan masyarakat.

“Perusahaan tidak akan menempuh jalur hukumkarena mereka adalah warga kita juga yang mungkin belum paham tentang kegiatan yang ada. Tetapi karena ini proyek vital nasional dan jika kejadian itu menimbulkan keresahan di masyarakat, kita serahkan sepenuhnya kepada instansi terkait,” katanya.

Senada, Walinagari Pauh Duo, Zainal berharap pihak perusahaan kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang.

“Harus disosialisasikan lagi bahaya mendekati lokasi semburan uap, agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan keresahan. Kami yang berdampingan di ring 1 dengan perusahaan merasa biasa saja, tetapi karena informasi video ini keluarga di Jakarta dan Batam menelpon menanyakan bagaimana kondisi di Solok Selatan,”tuturnya. (mas)