9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa Tinjau Rencana Pembangunan Fly Over Sitinjau Laut

PADANG, KP – Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi Ansarullah serta Wagub Sumbar Ir. Audy Joinaldy, meninjau rencana pembangunan Fly Over (jalan layang) Sitinjau Laut (Sitinjau Laut) di Kota Padang, Kamis (8/4).

Menurut Menteri Suharso Manoarfa, pembangunan fly over Sitinjau Laut akan dimulai tahun 2022 dan akan selesai selambatnya tahun 2024 mendatang. “Insya Allah pembangunan fly over Sitinjau laut ini akan kita mulai pada tahun 2022 mendatang, sebab ini kebutuhan masyarakat Sumbar,” sebutnya.

Sebelumnya Gubernur Sumbar, Mahyeldi menjelaskan, kondisi jalan di kawasan Sitinjau Laut Kota Padang terkenal dengan jalan terjal serta berliku sehingga rawan terjadi kecelakaan. Di Sitinjau Laut, kendaraan yang sering terjadi kecelakaan seperti truk pembawa CPO, BBM, sepeda motor dan berbagai angkutan barang lainnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan berkepanjangan, Pemprov Sumbar mengusulkan ke pusat yakni ke Kemenko Marves agar dibangun sebuah fly over alias jembatan layang dengan panjang diperkirakan mencapai 21 kilometer.

Menurut Gubernur Mahyeldi, fly over Sitinjau Laut itu adalah solusi tepat untuk menangani persoalan rawan kecelakaan di kawasan jalan Sitinjau Laut. Setidaknya fly over sepanjang 21 km itu bisa memberikan jalan alternatif bagi setiap kendaraan untuk melakukan perjalanan ke Kabupaten Solok. Karena Sitinjau Laut adalah jalan satu-satunya dari Padang menuju Kabupaten Solok. 

“Jadi fly over itu direncanakan titik pertama dibangun setelah melewati perusahaan PT Semen Padang. Dari sana akan melingkar ke arah kanan, di mana di sebelah kanan itu ada jurang, makanya butuh flyover,” terang Mahyeldi.

Dijelaskannya, alasan telah menentukan butuh 21 KM untuk membangun fly over di Sitinjau Laut itu karena pihaknya telah melakukan kajian terkait rencana tersebut. Sehingga 21 KM itu dinilai telah bisa menghindari jalan tanjakan dan berliku yang selama ini menyebabkan cukup banyak terjadi kecelakaan, seperti kecelakaan truk, kendaraan pribadi maupun bus. 

“Ketika hujan sangat berisiko melakukan perjalanan di Sitinjau Laut. Tidak hanya soal longsor yang perlu diwaspadai, kendaraan yang mengalami kecelakaan pun perlu diwaspadai,” ulasnya.

Sementara, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy menyebutkan, dengan telah adanya kajian dari Pemprov Sumbar soal rencana pembangunan fly over tersebut, maka juga telah diperhitungkan butuh anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk menuntaskan fly over itu. “Kajian yang dilakukan beberapa tahun lalu, nilainya itu Rp1,5 triliun.

Lebih lanjut dikatakannya, semua kawasan fly over sepanjang 21 KM itu masih berada di wilayah Kota Padang dan tidak sampai ke wilayah Kabupaten Solok. Untuk itu dia berharap pembangunan fly over tersebut diharapkan berdampak pada pengembangan Taman Hutan Raya Bung Hatta yang berada di kawasan Sitinjau Laut. Kendati kini kondisi Taman Hutan Raya Bung Hatta dapat dikatakan tidak begitu diminati. Namun bila flyover sah dibangun, maka lokasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata. (wan)