9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kepala BNPB Doni Monardo Ajak Masyarakat Tanami Pohon Pinggiran Pantai

PADANG, KP – Kita lihat bersama, pembangunan see wall (batu pemecah ombak) sudah tuntas dengan dana Anggaran Belanja Pembangunan Nasional (ABPN) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 19 miliar untuk penanganan abrasi pantai di tiga lokasi di Kota Padang. Yakni pantai Masjid Al-Hakim, pantai Tugu Merpati dan pantai Pasir Jambak.

Pembangunan see wall tersebut bertujuan menghindari terjadi abrasi pantai dan merupakan usulan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat bersama Pemerintah Kota Padang kepada pemerintah pusat melalui BNPB. Hal itu dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo saat meninjau lokasi abrasi pantai bersama Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah di Tugu Merpati Perdamaian, Pantai Muaro Lasak, Rimbo Kaluang, Kota Padang, Kamis (15/4).

Kepala BNPB berharap dengan terbangunnya see wall batu penahan gelombang untuk abrasi, tentu juga selain perlu menanam pohon di sepanjang pantai, guna memperkuat dan mengurangi terjadi hantaman gelombang. “Tidak hanya di lokasi ini saja, akan tetapi juga mesti di seluruh pesisir wilayah Sumatra Barat pantainya bisa ditanami dengan strategi vegetasi supaya punya kekuatan menahan gelombang. Dan jenis tanamannya seperti pohon pinago, pohon waru, Ketapang, Cemara udang dan beringin,” kata Doni.

Doni juga menyarankan kepada Gubernur dan pemerintah daerah untuk membuat peraturan. Apakah itu peraturan kepala daerah ataupun Perda yang bisa membangun ekosistem secara kontinu maupun secara berlanjut, tidak sekedar menanam atau dibiarkan. “Kalau ini bisa dikembangkan secara bertahap dan berlanjut, tidak boleh berhenti upaya bisa menyelamatkan generasi akan datang untuk jangka 30 atau 50 tahun akan datang pantai Padang dan semua pantai di pesisir Sumbar akan terlindungi abrasi kalau ditanami pohon,” tuturnya.

Doni juga mengingatkan dan meminta kepada semua jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat agar saling mengingatkan bersama-sama menjaga, merawat tanaman di sepanjang pantai, jangan ditebang, jangan dirusak. “Semakin banyak tanaman di pantai akan membuat pantai semakin tahan abrasi dan arah ke laut juga nanti akan bertambah pasirnya secara alami dari arah dalam laut,” terangnya.

Sementara itu Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, pemerintah provinsi akan mendorong kabupaten dan kota di Sumbar yang memiliki daerah pesisir pantai untuk menanam vegetasi, yakni ada pohon waru, Cemara udang, pinago dan beberapa tanaman lainnya. “Untuk menyelamatkan daerah pesisir dari tekanan gelombang air pasang dan bencana alam ada hamparan yang bisa ditanami. Faktanya ketika di pantai itu ada pohon maka akan mengurangi tekanan dari pada energi dari abrasi pantai atau tsunami,” ujarnya.

Mahyeldi mengajak dan menyebutkan, pengendalian pohon yang sudah ada nanti akan disepakati bersama, mungkin pengendaliannya oleh peraturan-peraturan. “Bagi pohon-pohon yang sudah ada agar dijaga, kemudian bagi daerah-daerah yang masih kosong agar ditanami pohon ini. Tentunya hal ini perlu menjadi gerakan bersama masyarakat dan komponen pemerintah daerah menanami pohon di setiap pinggiran pantai ini,” imbaunya.