Bukittinggi Gempar, Dalam 3 Hari 2 Warga Bunuh Diri

BUKITTINGGI, KP – Kota Sejuk’ Bukittinggi digemparkan kasus bunuh diri beruntun. Dalam tiga hari terakhir, dua warga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kejadian pertama Senin lalu (19/4). Saat waktu berbuka puasa, warga Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Manggih Gantiang, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan dikejutkan dengan penemuan jasad pria berinisial D (48 tahun) yang tergantung dengan seutas tali di pintu masuk rumahnya.

Kapolsek Kota Bukittinggi, AKP Dedy Adriansyah Putra langsung turun ke TKP bersama anggotanya melakukan identifikasi. Dari hasil identifikasi, D meninggal murni akibat gantung diri. Sedangkan motifnya hingga nekat gantung diri diperkirakan persoalan keluarga antara D dengan istrinya. Pada chatting terakhir WA dengan istrinya, D menyebutkan akan bunuh diri.

Peristiwa gantung diri kedua terjadi Rabu (21/4), sekitar pukul 15.30 WIB. Sseorang laki-laki berinisial A (53 tahun) warga Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan ditemukan meninggal gantung diri di belakang rumah. Jasadnya ditemukan sang istri.

Lurah Puhun Pintu Kabun, Berie Surya bersama Camat Mandiangin Koto Selayan, Erizallangsung turun ke lokasi kejadian. Menurut Lurah Berie Surya, A nekat mengakhiri hidupnya karena frustasi dengan sakit yang ia derita sudah cukup lama.

“Akhir-akhir ini A sering mengeluhkan sakitnya itu, kemudian A juga tengah merawat orangtuanya yang juga sakit tertidur,” tambahnya.

Dalam dua peristiwa gantung diri tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi juga langsung turun ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan kemanusiaan. Kedua kasus gantung diri itu pun menjadi buah bibir warga Bukittinggi karena terjadi secara beruntun di bulan puasa dengan motif berbeda.

WAKO ERMAN PERINTAHKAN LURAH DAN CAMAT PANTAU WARGA

Walikota Bukittinggi, H. Erman Safar prihatin dengan ada warganya yang bunuh diri. Untuk itu ia meminta kepada lurah dan camat turun ke lapangan memantau kondisi warga. Kalau ada warga yang sedang mengalami masalah, terutama terkait ekonomi, apalagi sampai tidak makan, agar cepat dilakukan penagangan. Wako juga meminta lurah dan camat membantu warga dengan harapan jangan ada warga yang bunuh diri, khususnya karena masalah ekonomi. (oki/eds)

Next Post

Mutasi

Kam Apr 22 , 2021
KALAU memang ada kekeliruan administrasi dalam pelaksanaan mutasi pejabat Pemko […]