Bupati Eka Putra Buka Musrenbang RKPD Tahun 2022

BATUSANGKAR, KP – Bupati Tanahdatar Eka Putra, membuka secara resmi Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022 di aula kantor bupati setempat, Rabu (7/4).


Dalam sambutannya Bupati Eka Putra menyampaikan, Musrenbang RKPD itu merupakan kegiatan strategis dan penting. Karena selain untuk melaksanakan amanah UU No 25 tahun 2004 tentang Perencanaan Pembangunan Nasional, juga menyusun program dan kegiatan yang inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke arah lebih baik.


“Tahun 2021 ini merupakan tahun pertama kepemimpinan Bupati Tanahdatar, di mana pada tahun ini RPJMD Kabupaten Tanahdatar tahun 2021-2026 sedang disusun. Untuk itu proses dan kegiatan yang disusun haruslah mendukung pencapaian visi dan misi bupati dan wakil bupati yang telah disampaikan,” sebutnya.


Dikatakannya, Musrenbang RKPD itu dimaksudkan untuk menyepakati apa permasalahan pembangunan daerah, prioritas pembangunan daerah, program, kegiatan, pagu indikatif, indikator dan target kinerja serta lokasi kegiatan. Penyelarasan program dan prioritas pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan provinsi dan mengklarifikasi program dan kegiatan yang merupakan kewenangan kabupaten dengan program dan kegiatan nagari yang diusulkan berdasarkan hasil musrenbang kecamatan.


Lebih lanjut Eka Putra berharap seluruh unsur masyarakat dapat mendukung dan bekerjasama dalam mewujudkan visi dan misi Pemkab Tanahdatar, yakni “Terwujudnya Kabupaten Tanahdatar madani berlandaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. “Mari kita bersama-sama mewujudkan Tanahdatar menjadi kabupaten madani yang maju, sejahtera, bermartabat sehingga masyarakatnya sejahtera, meningkatnya kualitas pendidikan, kesehatan, pendapatan yang berada dalam pengamalan ABS SBK,” ajak Bupati.


Untuk mencapai visi tersebut, menurut Bupati ada 6 misi dan 10 program unggulan yang akan menjadi prioritas, yaitu menciptakan usahawan baru dan lapangan kerja, mengefisienkan biaya produksi pertanian melalui kegiatan bantuan pembajakan sawah, meningkatkan kuota asuransi tani, asuransi ternak dan pupuk bersubsidi.

Selanjutnya kata dia, pemerintah juga akan melakukan peningkatan layanan administrasi kependudukan untuk wilayah yang jauh dari ibukota kabupaten. Meningkatkan kesejahteraan guru TPA dan guru tahfidz, melaksanakan kegiatan satu nagari satu event untuk menunjang ekonomi kreatif, pelestarian kebudayaan, memajukan olahraga dan produk nagari. Di samping juga melakukan peningkatan biaya operasional KAN, LKAAM, bundo kanduang dan organisasi keagamaan, membangun 100 jaringan seluler di Tanahdatar, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas ASN dan tenaga honorer serta melakukan perbaikan irigasi di Tanahdatar.


“Untuk mewujudkan Tanahdatar yang lebih baik di masa akan datang, kita perlu kerja keras, karena sampai saat ini kita belum terlepas dari pandemi Covid-19 yang mempengaruhi seluruh sektor kehidupan masyarakat. Dan bersama-sama kita berharap wabah ini akan segera berakhir sehingga kita dapat menata dan mengoptimalkan kembali seluruh potensi dan kemampuan kita untuk bersama melakukan pemulihan di sektor-sektor yang terdampak Covid-19. begitu banyak tugas yang kita hadapi, apalagi di masa pandemi Covid-19. Laju pertumbuhan ekonomi anjlok hingga -1,13 persen pada tahun 2020, APBD mengalami defisit besar, dana alokasi umum dipotong, belum lagi kita harus merefocusing anggaran untuk penanganan Pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.


Di akhir sambutannya Bupati berpesan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah dari tingkat kabupaten sampai ke nagari bisa melakukan efisiensi anggaran dan memastikan anggaran yang digunakan benar-benar bermanfaat serta berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat. “Mari kita wujudkan visi dan misi pemerintah dan program unggulan dengan meningkatkan kerjasama antar instansi, termasuk perguruan tinggi, swasta, komunitas masyarakat dan media,” pungkasnya.


Sementara Wakil Ketua DPRD Tanahdatar, Anton Yondra dalam sudut pandangnya menyampaikan, seluruh perencanaan pembangunan harus sudah terintegrasi sebelum dilaksanakannya musrenbang RKPD itu. Artinya ke depan tidak ada istilah kegiatan yang naik di jalan. Karena semuanya sudah harus dilaporkan pada saat pelaksanaan musrenbang dan kegiatan yang akan dibahas dengan DPRD nanti merupakan hasil dari Musrenbang RKPD dan dituangkan dalam kegiatan umum anggaran.

Pada masa pandemi seperti sekarang sebutnya, pemerintah juga dituntut lebih memperhatikan hal-hal yang bersifat tiba-tiba seperti kejadian bencana. Kalau tidak nanti pemerintah daerah dianggap tidak memperhatikan masyarakat, sementara problem yang dihadapi saat ini adalah masalah pendanaan.


“Kita berharap di dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Tanahdatar yang sudah menggunakan sistem SIPD, yang kita tahu di daerah lain masih banyak yang belum menggunakannya. Sementara dalam pelaksanaannya masih ada beberapa persoalan yang hingga sekarang belum bisa diselesaikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa tuntaskan semua persoalan ini,” tuturnya.


Pada kesempatan itu Anton Yondra juga menyoroti banyaknya akses jalan provinsi yang menuju Tanahdatar yang yang saat ini kondisinya hampir 50 persen rusak dan meminta pemerintah provinsi memperhatikannya.


Saat itu juga, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sumatra Barat Arkadius Dt. Intan Bano mengatakan, Tanahdatar memiliki potensi sangat besar di bidang pertanian, pariwisata dan sumber daya manusia yang sangat banyak. Hal itu tentu merupakan suatu kontribusi sangat strategis seandainya Pemkab Tanahdatar mampu mengakomodir semuanya.


“RKPD Kabupaten Tanahdatar tahun 2022 tentu perlu mensinergikan dengan program provinsi dan kebetulan visi dan misi Kabupaten Tanahdatar 5 tahun ke depan memiliki kemiripan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi. Hal ini tentu Tanahdatar harus mampu dan harus bisa mengambil kue pembangunan lebih dari visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumatra Barat,” ulasnya.


Selain dihadiri anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat, Kepala Dinas Provinsi Sumatra Barat, Forkompimda Tanah datar dan Kota Padangpanjang, Anggota DPRD Tanahdatar Plh Sekda Edi Susanto, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, acara tersebut juga diikuti secara virtual oleh beberapa tokoh perantau seperti Prof. Fasli Jalal, Prof. Musliar Kasim, Dr. Ir. Erigas, Hj. Meriwati dan lainnya. (nas)

Next Post

MUSRENBANG RKPD 2022 PASBAR DIMULAI, Bupati Hamsuardi Ajak OPD Maksimalkan Anggaran yang Ada

Rab Apr 7 , 2021
SIMPANGEMPAT, KP – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah […]