Disiplin Longgar, Corona Menggelegar

DARI pemberitaan di berbagai media, angka kasus positif covid-19 terus meningkat. Kondisi ini jelas menyengsarakan dalam banyak aspek kehidupan. Kemiskinan secara global turut meningkat. Jangan sampai keganasan corona memunculkan wabah busung lapar.

Namun sayangnya, upaya mengantisipasi serangan corona seperti terabaikan. Banyak masyarakat tak disiplin menjalankan protokol kesehatan. Kebanyakan warga yang bermasker hanya di selingkaran pusat kota. Semakin ke pinggir, protokol kesehatan makin terabaikan. Bahkan di pedesaan, sangat memprihatinkan. Bahkan, ada pedesaan yang warganya seperti tabu memakai masker. Celakanya, warga kota yang datang ke desa dan memakai masker justru dicurigai membawa corona. Memprihatinkan.

Beragam upaya pencegahan penyebaran corona digencarkan. Mudikdilarang. Sehingga, terkesan tak ada arti sama sekali berlebaran yang sekitar 20 hari lagi. Maklum, yang meramaikan kampung biasanya adalah perantau yang pulang basamo. Bersilaturrahmi, bergembira sambil ‘mambagi razaki’ dengan dunsanak di kampung halaman.

Selagi disiplin hanya sekadarnya saja, jangan berharap corona hilang begitu saja. Tak perlu kita saling tuding salah menyalahkan. Semua kita salah, apapun jabatan dan profesinya. Disiplin itu benar yang longgar. Hanya bermaskerkalau petugas merazia. Petugas tak ada, masker pun disimpan. Begitu tiap hari. Pagi, siang, sore, dan malam sama saja.

Dengan gerakan maksimal menghabisi corona melalui pembatasan mudik, semoga saja ‘makhluk tak kasat mata’ itu bertekuk lutut. Langsung melandai. Habis. Sebaliknya,jika pelarangan mudiksekadar ‘icak-icak’, tentu lenggang tak lepas dari ketiak. Angkat sajalah bendera putih tanda menyerah.

Kedisiplinan jelas sangat menentukan dalam menghabisi ‘musuh tak kelihatan’ ini. Hanya dengan semangat menyala musuh itu bisa dihabisi. Ingat, pejuang bangsa tempo doeloeberhasil merdekakarena mampu mengusir penjajah. Kini, semua fasilitas memadai, namun serangan ‘makhluk halus’ belum juga bisa diakhiri. Siapa atau apa corona itu sebenarnya?

Mari buktikan, corona bisa dihabisi. syaratnya satu saja: berjihad. Hindari semua problema. Jangan ada menggunting dalam lipatan. Terbujur lalu, terbelintang patah. Merdekakan negeri ini dari corona. Bersama kita bisa. Insya Allah. *

Next Post

Polda Sumbar: Tak Ada Larangan Mudik Lokal

Jum Apr 23 , 2021
PADANG, KP – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) menyebut […]