Doa dan Usaha

DIsaat Ramadan masih bersama kita, sangat pantas rasanya doa ‘tolak bala’ dikumandangkan oleh setiap jemaah Salat Tarawih di Sumbar agar pandemi virus corona yang sudah menyengsarakan masyarakat selama setahun ini segera diangkat Allah SWT dan sirna dari muka bumi.

Dalam hal ini, peran ustaz, muballigh, imam masjid maupun musala sangat diharapkan untuk menginisiasi dan memimpin dalam memunajatkan doa ‘tolak bala’ bersama para jemaah. Hanya dengan keikhlasan berdoa pada Allah SWT selama Ramadan ini, kita berharap corona segera menjauh. Insya Allah doa itu akan dikabulkan-Nya jika kita benar-benar memohon dengan penuh keihlasan. Semoga saja saat lebaran nantiaksicorona berakhir dan kita kembali seperti dulu lagi. Sehat lahir-bathin.

Tentu, doa yang kita ucapkan harus diiringi dengan usaha. Apa usaha kita? Disiplin dan patuh pada aturan protokol kesehatan. Begitu juga aparat pemerintah penegak aturan kita harapkan selalu tegas dalam menegakkan aturan secara rutin berkelanjutan dan menindak mereka yang tidak disiplin. Bukan hanya sewaktu-waktuseperti nantaralah.

Hanya dengan kepatuhan dan disiplin yang tinggi, kita baru boleh berharap semua penderitaan ini segera sirna. Sebab, terlalu mudah menyaksikan warga tidak disiplin dalam menterapkan protokol kesehatan. Di pasar, ramai orang tak bermasker. Di rumah ibadah, juga mudah melihat jemaah tak bermasker. Meski Masjid Raya Sumbar yang terkenal tegas menerapkan prokes, masih ada juga satu-dua orang jemaah yang bandel. Rakyat minim bermasker, pengawas membiarkan pula, beginilah jadinya. Corona bukan melandai, tapi makin lihai.

Bagaimana mungkin kita berharap semaunya akan kembali normal kalau kita sendiri tidak patuh dan disiplin? Jangan sampai kita mengangkat bendera putih tanda tak berdaya karena akan membuat sengsara dan semua kita menderita. *

Next Post

Gubernur Resmi Lantik Bupati dan Wakil Bupati Solok dan Solok Selatan

Sen Apr 26 , 2021
PADANG, KP – Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi resmi melantik Bupati […]