Masjid Muhammad Hatta di Ketinggian Nagari Sarilamak Resmi Digunakan

LIMAPULUH KOTA, KP- Masjid Muhammad Hatta di Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, pada ramadan 1442 H-2021 M resmi digunakan. Meski kondisinya belum selesai dibangun pasca peletakan batu pertama pada 6 tahun lalu di lahan seluas 2,7 hektare. Masjid yang dibangun keluarga mantan Bupati Limapuluh Kota dua priode H. Aziz Haily, di lahan miliknya itu, diharapkan bisa selesai sesuai desain cantik yang memadukan Gubah Masjid dengan Gonjong Rumah Gadang.

Hj. Ernita, istri H. Aziz Haily yang ikut hadir pada acara peresmian pemakaian masjid Muhammad Hatta, berharap bisa selesai dan dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah. Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua MUI Syafrizon, mantan Kadis PU Davis Ehma, mantan Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Ismardi, mantan anggota DPRD Limapuluh Kota Nasrul Rasyid, mantan Ketua Bappeda Safruddin Darab. Asisten I Pemkab Limapuluh Kota, Deddy Permana dan sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, serta sejumlah tokoh masyarakat Limapuluh Kota seperti Budi Pebriandi.

Ferizal Ridwan yang diberi amanah pihak keluarga Almarhum Aziz Haily sebagai Duta Yayasan Profesor Aziz Haily, saat memberikan sambutan usai kegiatan ramah tamah dan makan bersama menyebutkan, dengan telah dimanfaatkan Masjid itu mudah-mudahan ke depan pembangunan masjid yang berada di depan Mapolres Limapuluh Kota Jalan Raya Negara Kawasan Ketinggian Kecamatan Harau itu bisa cepat selesai.

“Dengan telah dimanfaatkannya Mesjid ini, kita berharap ke depan pembangunannya bisa cepat selesai. Kita juga mendorong Pemerintah Daerah untuk ikut memberikan bantuan terhadap masjid ini. Kita juga siap jika nanti masjid ini dijadikan Masjid Agung oleh Pemerintah Daerah,” sebut mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota Periode 2016-2021 itu, Senin (12/4).

Ferizal Ridwan yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota itu juga berharap bantuan dan dukungan dana dari semua pihak untuk kelangsungan Pembangunan Masjid tersebut. Hingga saat ini untuk pembangunan Masjid Muhammad Hatta sudah menghabiskan biaya sebanyak Rp 3,7 Milliar. Pada kesempatan itu, untuk membeli pengeras suara dilakukan pengumpulan donasi dari jemaah yang hadir.

Sementara itu Ketua MUI Kabupaten Limapuluh Kota, Syafrijon menyebutkan, ia bersama sejumlah pihak telah berulang kali berjuang, mendorong serta melakukan pendekatan kepada Pemerintah Daerah agar Masjid Agung segera terwujud di daerah itu. Namun sayang “Mimpi Besar” tak kunjung terwujud hingga saat ini, walau silih berganti bupati dan wakil bupati di Limapuluh Kota.

“Kita telah sering berjuang, mendorong serta melakukan pendekatan kepada sejumlah Kepala Daerah (Bupati,red) agar Masjid Agung terwujud di daerah kita. Namun setelah beberapa kali ganti Kepala Daerah, hal tersebut tidak juga terwujud. Dan satu-satunya daerah yang tidak punya Masjid Agung di Provinsi Sumatra Barat adalah Kabupaten Limapuluh Kota,” sebutnya. 

Untuk itu ia mendorong Kepala Daerah saat ini dengan visi Limapuluh Kota Madani agar mewujudkan Masjid Agung. “Saya sering malu setiap kali ada pertemuan di tingkat Provinsi, sebab hanya daerah kita yang belum memiliki Masjid Agung,” tandasnya. (dst)

Next Post

500 Santri TPA se-Kecamatan Gunung Tuleh Khatam Quran

Sel Apr 13 , 2021
SIMPANGEMPAT, KP – Sebanyak 500 orang santri Taman Pendidikan Alquran […]