Masyarakat Diiumbau Sukseskan Sensus Keluarga Tahun 2021

SOLOK, KP – BKKBN melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Kota Solok menggelar program Pendataan Keluarga 2021 selama 2 bulan ke depan. Pendataan Keluarga 2021 itu dilaksanakan secara nasional mulai Kamis (1/4) hingga 31 Mei 2021.Sementara untuk Jumat (23/4) juga dilaksanakan pendataan yang dilakukan secara langsung oleh Kader Pendata dari pihak DPPKB kepada Ketua DPRD Hj. Nurnisma dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

Pada kesempatan itu Ketua DPRD Kota Solok, Hj Nurnisma sangat mendukung dalam mensukseskan pendataan keluarga tahun 2021. “Pendataan keluarga merupakan hal berbeda dari sensus penduduk. Tujuan kegiatannya juga berbeda, di mana sensus penduduk bertujuan mengetahui jumlah, komposisi dan karakteristik penduduk,” sebutnya. 

Dijelaskannya, tujuan pendataan keluarga tahun 2021 untuk mengetahui kondisi keluarga yang akan digunakan untuk perencanaan, intervensi program bangga kencana. Mengingat saat ini dalam masa pandemi Covid-19, masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Solok, Muhammad Effendy mengatakan, petugas pendataan akan mengumpulkan data terkait kependudukan, data Keluarga Berencana dan data tentang pembangunan keluarga.

“Pendataan Keluarga 2021 adalah kegiatan pengumpulan data-data terkait pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana dan anggota keluarga. Pendataan ini dilakukan DPPKB bersama tenaga dari masyarakat, melalui kunjungan dari rumah ke rumah. Selama ini, DPPKB rutin menggelar pendataan keluarga secara serentak setiap 5 tahun sekali,” sebutnya.

Hasil Pendataan Keluarga 2021 itu kata dia, akan jadi dasar kebijakan pemerintah yang juga menargetkan program itu ke depan akan membantu proses pembentukan “Satu Data Keluarga Indonesia”. Tahun ini, program Pendataan Keluarga 2021 dilaksanakan selama 2 bulan, yakni pada periode 1 April hingga 31 Mei mendatang.

“Ada 2 jenis keluarga sasaran dalam pendataan tersebut. Pertama keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak, atau orang tua tunggal beserta anaknya. Kedua, keluarga khusus atau mereka yang tak sesuai definisi keluarga dalam UU Nomor 52 Tahun 2009, tapi memiliki hubungan kekerabatan. Misalnya, keluarga yang terdiri atas kakak-adik tanpa orang tua, atau kakek/nenek bersama cucunya, atau yang berstatus seorang diri,” paparnya.

Di program tersebut, DPPKB mengerahkan petugas pengumpul data yang terdiri dari unsur pemerintah dan masyarakat, yakni Petugas Lini KB dan Kader Keluarga Berencana terlatih yang berasal dari Lingkungan RT/RW tempat keluarga tinggal. (wan)

Next Post

PIMPIN APEL GABUNGAN PEMKAB SOLOK, PJ Bupati Solok Minta Inspektorat Awasi Capaian Masing-masing SKPD

Jum Apr 23 , 2021
SOLOK, KP – Pemerintah Kabupaten Solok, Jumat ((23/4), menggelar Apel […]