Mutasi

KALAU memang ada kekeliruan administrasi dalam pelaksanaan mutasi pejabat Pemko Padang, tentu perlu ditinjau lagi. Jalan terbaik, pedomani aturan yang baku. Sebagai manusia biasa, kita tentu punya kelebihan, juga kekurangan.

Semua aturan berbangsa dan bernegara sudah lengkap dimiliki, termasuk sistem kepegawaian baik negeri maupun swasta.Semuanya sudah baku. Khusus pemberitaan yang muncul di berbagai media terbitan Kamis (22/4), tak perludiperlebar persoalannya. Keteledoran, itu saja diperbaiki. Pedomani aturan yang ada. Tak perlu memuncukan saling salah-menyalahkan. Kalau dicari siapa yang salah, tentu problemanya jadi melebar kemana-mana

Cukupnasi saja yang sudah jadi bubur, dijadikan bahan berharga untuk tidak terulang lagi. Sebagai Walikota Padang, Hendri Septa bersama jajarannya tentu pantas melakukan penyegaran stafnya. Dan itu sudah dilakukannya. Namun ada administrasi yang ‘tercecer’. Tentu yang tercecer itu diambil lagi untuk disempurnakan. Itu saja persoalannya. Tak pantas rasanya dipolitisir, menyudutkan,apalagi memperkarakannya.

Kalau ada anggapan Pak Wali Hendri Septa tak begitu minta pendapat tentang akan dilaksanakan mutasi stafnya, tak perlu pula dicari kambinghitamnya. Yang jelas, kalau memang ada yang keliru, cepat saja diperbaiki.

Siapapun yang diberi amanah ‘didahulukan selangkah, ditinggikan seranting’ tentu harus memiliki sifat arif dan bijaksana. Bertanya kepada yang patut pantas dilakukan. Dari siapapun datang nasehat dan masukan, pantas dipertimbangkandemi kebaikan bersama. Bahkan, lembaga berwenang dan punya otoritas tentang aparatur sipil negara, ada baiknya punya pendengaran yang tajam. Ketika ada info akan terjadi ‘mutasi galodo’, jangan bereaksi setelah peristiwanya terjadi. Seharusnya, sebelum peristiwa terjadi, penangkalnya disiapkan. Di era sekarang, terlambat menerima info bisa saja jadi bahan tertawaan.

Kepada Pak Wali Hendri, kita berharaptetaplah biasa-biasa saja. Jangan terpancing karena mungkin saja ada yang tampil memperkeruh suasana. Dari peristiwa ini diambil saja hikmahnya. Insya Allah suasana kembali seperti biasa.

Bagaimanapun, atasan tentu berharap semua ASN di lingkungan Pemko Padang bekerja makin baik. Dan mutasijelas sebagfai bentuk penyegaran lingkungan kerja serta memperluas wawasan ASN yang bersangkutan.

Kalau memang ada yang perlu disempurnakan dalam mutasi di lingkungan Pemko Padang, pantas diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kalaupun ada kekeliruan, tentu tak disengaja. Sekali lagi, jangan dipolitisir pula.

Dalam suasana bulan Suci Ramadan, mari kita tingkatkan saling pengertian sesama warga Padang, terutama ASN, semoga melaksanakan ibadah puasa dengan baik. Jadikan mutasi yang sudah terlaksana sebagai cemeti positif. Mari kita selalu dalam kebersamaan membangun ‘Padang Kota Tercinta’. Tak lupa kita doakan Pak Wali Hendri sehat selalu. Aamiin. *

Next Post

Fraksi Gerinda DPRD 50 Kota Minta Bupati Kaji Ulang Pengelolaan PAD di Objek Wisata Lembah Harau

Kam Apr 22 , 2021
LIMAPULUH KOTA, KP- Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Limapuluh […]