Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Jogjakarta Kunker ke Bukittinggi

BUKITTINGGI, KP – Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Kota Jogjakarta, Provinsi DIY melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Bukittinggi untuk Sharing Informasi tentang penanganan Covid-19. Rombongan yang dipimpin Ketua pansus DPRD Yogyakarta, Fokky A itu diterima anggota Komisi II DPRD Bukittinggi Ibnu Asis, didampingi Kabag Persidangan Perundang-Undangan Anton Samawil di ruang Sidang DPRD, Rabu (28/4).

Ketua Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Yogyakarta, Fokki A menyebutkan, panitia khusus penanganan Covid-19 berkunjung ke DPRD Kota Bukittinggi, selain untuk bersilaturahmi juga sharing informasi sekaligus mempelajari terkait penanganan Covid-19.

Dikatakannya, dipilihnya Kota Bukittinggi untuk studi banding atau sharing informasi karena pihaknya ingin merajut kembali hubungan masyarakat Bukittinggi dengan Yogyakarta. Sekaligus untuk dijadikan sister city (kota kembar), dengan tujuan agar masyarakat jangan sampai melupakan sejarah negeri ini. Bahwa Kota Yogyakarta dan Bukittinggi sama-sama kota penyelamat Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan yang diproklamirkan 17 Agustus 1945.

Kemudian terkait Penanganan Covid-19, Kota Bukittinggi lebih baik karena mampu menekan angka positif Covid-19. “Dan pola dan program apa yang diterapkan di Kota Bukittinggi, sehingga berhasil menekan angka Covid-19, inilah yang akan kami pelajari dan kami bawa untuk diterapkan pula di Yogyakarta,” Ungkap Fokky A sembari memperkenalkan 11 anggota pansus dan 3 orang pendamping dari Sekretariat DPRD Yogyakarta.

Sementara itu anggota Komisi II DPRD Bukittinggi, Ibnu Asis dari Fraksi PKS didampingi Kabag Persidangan Perundang-undangan Anton Samawil  menjelaskan, untuk penanganan Covid-19 di Kota Bukittinggi, Pemko bersama DPRD melakukan Refocusing anggaran sesuai arahan pemerintah Pusat. Dan didapatlah anggaran untuk penanganan Covid019 pada tahun 2020 sebesar Rp 69 Miliar yang ditampung pada Pos Belanja Tak terduga.

Sedangkan untuk pencairannya, sesuai dengan prosedur. Di mana pendataan ke lapangan dilakukan secara manual oleh aparat secara berjenjang. Sedangkan untuk teknis penanganan Covid-19 dilakukan Tim Penanganan Kota Bukittinggi,” jelasnya.

“Untuk penanganan Covid-19 di Kota Bukittinggi dan Sumatra Barat umumnya, Pemprov Sumbar bersama DPRD Provinsi Sumbar juga telah membuat Perda nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),” kata Ibnu Asis sembari merekomendasikan dan memfasilitasi rombongan pansus Penanganan Covid-19 DPRD Kota Yogyakarta untuk mendalaminya ke Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi selaku Tim Covid-19. (eds)

Next Post

Bukittinggi Pertahankan Nilai BB Untuk SAKIP

Kam Apr 29 , 2021
BUKITTINGGI, KP – Kota Bukittinggi berhasil mempertahankan nilai BB untuk […]