Pasbar Terus Genjot Produksi Ikan Tawar

LUBUKSIKAPING, KP – Guna meningkatkan produksi perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman mengadakan Forum Group Discusion (FGD) pengelolaan kawasan perikanan terintegrasi melalui kegiatan Sipeka Budipekerti, Kamis (22/4). Sipeka Budipekerti merupakan akronim dari strategi peningkatan produksi perikanan melalui pengelolaan kawasan budidaya perikanan terintegrasi.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Asisten II Yuspi, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Ali Yusri, Camat Rao Selatan Khairul Insan, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perdaginnaker, Walinagari Lansekkadok, Walinagari Binjai dan pengurus BUMNag, Ketua Koperasi dan Asosiasi Perikanan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman, M. Dwi Richie menjelaskan, program Sipeka Budipekerti yang menjadi agenda pembahasan pada FGD itu merupakan proyek perubahan dirinya saat menjalani pendidikan di LAN Jakarta. “Alhamdulillah ini adalah proyek perubahan saat saya menjalani pendidikan PIM II di LAN Jakarta,” ungkapnya.

Sipeka Budipekerti kata dia, merupakan program meningkatkan produksi dan pendapatan petani ikan, meningkatkan jumlah konsumsi ikan perkapita per tahun. Selain itu, meningkatkan nilai tambah komoditi ikan mas serta meningkatkan teknologi pengolahan ikan. “Insya Allah, program ini dapat mengatasi produksi yang turun, disebabkan harga pakan tinggi, mutu hasil produksi perikanan masih rendah, produksi olahan ikan yang kurang, serta tidak adanya regulasi kawasan terintegrasi,” katanya.

Lewat program tersebut, pihaknya sudah menetapkan dua kenagarian sebagai kawasan budidaya perikanan terintegrasi di kabupaten itu, yakni Nagari Lansekkadok di Rao Selatan dan Nagari Binjai di Tigonagari. (nst)

Next Post

Pemkab Tanahdatar Dukung Danau Singkarak Jadi Geopark Nasional

Jum Apr 23 , 2021
BATUSANGKAR, KP – Pemerintah Kabupaten Tanahdatar mendukung Danau Singkarak masuk […]