Pemancar Komunikasi Bakal Dibangun di Sembilan Titik ‘Blank Spot’

SIMPANGEMPAT, KP – Sebanyak 28 titik daerah di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) belum tersentuh jaringan sinyal telekomunikasi (blank spot).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasbar, Edi Murdani saat rapat dengan PT Tower Bersama Group di Balkon Kantor Bupati setempat, Jumat lalu.

Rapat yang turut dihadiri Dinas Perizinan Terpadu dan Pelayanan Satu Pintu dan Camat itu disepakati untuk sementara akan dibangun pemancar telekomunikasi pada sembilan titik. Dimana hal inilah yang menjadi pembahasan soal rencana pembangunannya tersebut.

Kepala Diskominfo Pasbar, Edi Murdani menyampaikan, terdapat beberapa wilayah yang berpotensi untuk dibangun pemancar telekomunikasi yakni Jorong Pegambiran, Jorong Pondok, Rantau Panjang, Mudik Simpang, Pulau Panjang, Durian Tibarau, Tamiang Ampalu, Batang Gunung, Koto Sawah, dan Ranah Panantian.

“Dari 28 titik blank spot di Pasbar, saat ini hanya 9 wilayah yang berpotensi untuk dibangun. Tentunya hal ini menjadi perhatian kita semua, semoga ini bisa kita wujudkan segera,” katanya di Simpangempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan Terpadu dan Pelayanan Satu Pintu, Fadlus Sabi membenarkan bahwa masih adanya daerah-daerah yang sama sekali belum tersentuh jaringan sinyal telekomunikasi dan pihaknya siap untuk mendukung hal itu melalui perizinan.

“Kami siap mendukung perusahaan yang akan bekerjasama dalam hal ini. Tentu terkait izin, selagi mengikuti peraturan dari pusat, kita akan keluarkan izinnya untuk di Pasbar ini,” ungkapnya.

Menurutnya, selagi hal itu untuk pembangunan dan pemerataan pelayanan kepada masyarakat, pihaknya akan membuka ruang selebar-lebarnya.

Hal senada juga disampaikan para camat, seperti halnya yang dipaparkan Camat Kinali Bakaruddin dan Camat Gunung Tuleh. Menurutnya, untuk urusan lokasi tanah tempat dibangunnya tower sudah menjadi tanggungjawab camat di masing-masing kecamatan.

“Kami berharap untuk daerah Gunung Tuleh dan Kinali seperti Nagari Rabijonggor dan Nagari Katiagan bisa dibangunkan tower komunikasi tersebut. Karena daerah-daerah ini termasuk daerah rawan bencana yang sangat membutuhkan sinyal yang baik ketika sewaktu-waktu terjadi bencana,”pungkasnya. (rom)

Next Post

Festival Bunga dan Expo Produk Unggulan Pariaman 2021 Sukses Digelar

Ming Apr 11 , 2021
PARIAMAN, KP –  Festival Bunga dan Expo Produk Unggulan 2021 […]