PEMBUNUHAN GADIS BELIA DI MUNGKA, Ayah Tiri Tersangka, Polisi Masih Dalami Motif

LIMAPULUH KOTA, KP – Polisi akhirnya mengungkap pelaku dibalik meninggalnya seorang gadis belia berinisial SN (14 tahun) asal Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota yang jasadnya ditemukan terkubur di ladang gambir, Kamis lalu (22/4). Sebelumnya, SN hilang dari rumahnya sejak Minggu (18/4). Polisi pun resmi menetapkan ayah tiri korban, Sumadi alias Madi sebagai tersangka pembunuhan SN.

Kapolsek Guguak, Iptu Herry mengatakan dari hasil penyelidikan korban dibunuh oleh ayah tirinya. Namun, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam,termasuk mengungkap motif tersangka yang tega menghabisi nyawa anak tirinya.

Ia mengungkapkan tersangka kurang koperatif dalam pemeriksaan. Hal ini dibuktikan lantaran tersangka masih belum mengakui beberapa hasil temuan autopsi jenazah korban.

“Ada hasil autopsi dari jenazah korban yang belum diakui tersangka. Rencananya tim forensik dari Polda Riau ikut membantu melakukan olah tempat kejadian perkara,” jelasnya.

Terkait hasil autopsi, kata Herry, pihaknya tidak bisa menyampaikan secara detail dan mengumumkan ke publik. Hanya saja, korban meninggal diduga akibat pukulan benda tumpul.

“Pada beberapa bagian tubuh korban ada bekas pukulan benda tumpul. Organ dalam bagian belakang juga ada mengalami trauma,” ujarnya.

Dalam kasus itu, tersangka mengubur jasad korban di ladang gambir. Pembunuhan itu dilakukan saat istri tersangka yang tidak lain ibu kandung korban menitipkan anaknya kepada tersangka lantaran pergi ke ladang. Saat sang istri pulang, korban tidak ada di rumah. Sementara tersangka sempat pamit untuk pergi ke kediaman orangtuanya di Kota Payakumbuh.

“Sampai magrib tidak pulang anak ini, dilaporkan ke kami bahwa anaknya hilang. Proses pencarian pun dilakukan selama tiga hari,” kata Herry seperti dikutip dari langgam.ia, Rabu (28/4).

Akhirnya jenazah korban baru ditemukan oleh seorang warga yang pulang dari ladang pada Kamis (22/4). Kebetulan, warga tersebut membawa seekor anjing yang ketika itu selalu menggonggong. Saat dilepas, anjing tersebut pergi ke suatu tempat tumpukan tanah. Pemilik anjing melihat tangan korban keluar dari tanah. Kondisi jenazah korban dikubur tidak terlalu dalam.

Jenazah korban cukup memprihatinkan, jari-jari kedua tangannya telah hilang. Proses evakuasi pun dilakukan tim Kantor Pos SAR Limapuluh Kota. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Padang untuk dilakukan autopsi.

Saat mengetahui jenazah korban ditemukan, tersangka berniat untuk kabur. Namun pelarian ayah tiri itu lebih dulu dicegah dan tersangka dapat diamankan.

“Jadi, setelah mengetahui jenazah anak tirinya ditemukan, tersangka sempat akan kabur tapi berhasil dicegah,” ujarnya. (lgm)

Next Post

Truk Pengangkut Sampah dan Motor Bertabrakan, Dua Orang Luka

Rab Apr 28 , 2021
LUBUKSIKAPING,KP-Kecelakaan lalulintas antara truk pengangkut sampah milik Pemkab Pasaman dengan […]