Pesantren (Luar) Ramadhan

SETIAP Bulan Ramadan, Pemko Padang rutin menggelar Pesantren Ramadan untuk siswa SD dan SMP/sederajat yang dipusatkan di masjid dan musala. Panitianya berasal dari guru, pengurus masjid/musala, dan tokoh masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud anak didik yang disiplin, beriman dan bertakwa.

Sebenarnya, program religius ini pantas dilanjutkan atau dilaksanakan di luar Bulan Ramadan. Tentu namanya bukan lagi ‘Pesantren Ramadan’. Bisa disepakati namanya yang tepat. Kalau perlu libatkan pelajar SMA/sederajat. Dalam hal ini Pemko Padang bisa berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar. Sebab, pendidikan SMA/sederajat merupakan kewenangan provinsi.

Pentingnya pelaksanaan kegiatan ini di luar Bulan Ramadan karena era modern sekarang dibumbui banyak tantangan yang meresahkan orangtua. Sehingga, kita pun perlu menyiasati perkembangan zaman dengan lebih sigap dan cekatan. Salah satunya dengan menggembleng anak didik dengan bekal keimanan dan ketakwaan luar sekolah secara resmi.

Jika ini dilaksanakan, Pemko Padang bisa menggandeng lembaga maupun ormas Islam seperti MUI, Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Muhammadiyah, NU, dan lainnya. Sehingga, anak didik, khususnya pelajar SLTA bisa pula mendapat wawasan yang jarang mereka dapat di sekolah. Pesantren model ini juga sebagai upaya memperdalam pemahaman ber-Islam dalam artian melaksanakan ajaran Islam sebagai mata rantai kesejahteraan umat dalam arti yang sebenarnya.

Dengan menghadirkan narasumber para intelektual, jelas sangat bermanfaat bagi remaja yang sedang berkobar-kobar rasa percaya dirinya. Sistem ini sudah sejak lama dikembangkan KAHMI serta ormas Islam modern lainnya.Bahkan, boleh disebuf kebanyakan tokoh bangsa sekarang rata-rata pernah mengkuti latihan kader kepemimpinan, terutama dilaksanakan lembaga independen yang disupport penuh pemerintah.

Hanya pemimpin bangsa yang arif dan bijaksana yang mampu menyelamatkan negeri tercinta ini. Mereka itu bukan muncul tiba-tiba, tapi lebih dahulu disiapkan dengan sistem berjenjang.Salah satunya bisa melalui sistem pesantren yang diikuti pelajar SLTA karena mereka berada pada tahap akhir menjelang masuk tahap dewasa.

Peran cendekiawan Islam bersama lembaga pemerintahan sangat menentukan masa depan bangsa yang besar ini.Disinilah perlunya gagasan ini tampil ke permukaan.Semoga saja pesantren Ramadhan semakin fokus maksimal membina karakter generasi muda. Keseriusan bersama pantas jadi bahan pemikirandemi negeri yang kita cintai.Bersama kita bisa.Insya Allah. *

Next Post

Bareskrim Tangkap Dua Tersangka Perdagangan Satwa Langka di Pasaman

Sel Apr 20 , 2021
LUBUK SIKAPING, KP – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim […]